Fetch – FTP Client yang Support Server to Server File Transfer

Fetch Icon

Saya menyukai CyberDuck sebab dia free dan bisa diandalkan. Tapi ada satu feature yang kadang saya butuhkan yang nggak dimilikinya; server to server file transfer.

Disini Fetch menjawab kebutuhan saya itu.

Saya sekarang lebih sering menggunakan Fetch, selain karena fitur diatas, juga karena selera humor tentang satuan tahun anjing di website mereka, sebab selera humor yang bagus nggak pernah salah:

Fetch Web

Isitreallydownorisitjustmeireallywanttoknowplease.com

Tadi waktu saya ngupdate salah satu posting di thebije.com karena video YouTube yang saya pasang disitu diremove, tiba-tiba akses saya keputus.

Saya tau ada satu layanan, yang saya terlalu malas untuk ngebookmark, yang bisa ngasih tau apakah sebuah website memang sedang down ataukah koneksi kita saja yang bermasalah.

Namanya panjang, saya googling aja “site dwon or just me” sebab seingat saya namanya semacam itu (dengan ejaan “down” yang bener tentunya).

Dan inilah hasil di Google:

Hasilnya ternyata memang saat itu thebije.com sedang down. Tapi ada yang menarik perhatian saya dari screenshot diatas; dibawah downforeveryoneorjustme.com yang tadi harus saya cari lewat Google karena saya lupa alamatnya yang panjang, ada lagi layanan sejenis, namanya downorisitjustme.com. Hmm.. memorable banget :D .

Sementara downcheck.com, siteupcheck.com masih tersedia..

Masalah Super Cache Compression di WP Super Cache

Satu saat saya buka thebije.com dan yang muncul adalah tampilan aneh seperti ini:

Klik untuk memperbesar

Klik untuk memperbesar

Apa coba maksudnya? “FFFD” dan beberapa kombinasi huruf/angka lainnya yang tersusun mirip kartu (atau ubin) judi tebal yang biasa kita lihat di film-film kungfu jadul.

Beruntung saya masih inget ilmu yang saya dapet di kuil Shaolin dulu terakhir saya melihat blog saya dalam keadaan sehat adalah sebelum saya “Enable” pilihan “Super Cache Compression” di plugin WP Super Cache. Jadi deh, cukup di-disable, dan saya kembali ke alam nyata.

WP Super Cache

WP Super Cache

Note:
Ini bukan salah WP Super Cache, dia udah ngingetin kalo beberapa host tidak mendukung Super Cache Compression.

FireFTP: Mindahin File ke Server

Note:
Ini untuk melengkapi tulisan sebelumnya.

Kita pasti sudah sangat terbiasa dengan kegiatan mindahin file ini ke folder itu didalam komputer kita. Tapi bagaimana jika kita harus mindahin file dari komputer kita ke sebuah folder di komputer orang (dalam hal ini server tempat kita nyimpen semua file website kita)?

Untuk file-file didalam komputer kita sendiri kita hanya butuh Windows Explorer yang pastinya sudah ada sejak Windows diinstall di komputer kita. Kalo untuk mindah file ke server, ada beberapa software andalan misalnya FileZilla atau SmartFTP. Tapi menurut saya yang paling top adalah FireFTP. Ini software kecil berupa plugin untuk Firefox.

fireftp-web.jpg

Cara installnya gampang banget, gunakan Firefox dulu, lalu pergi kesini.

Klik “Download FireFTP” di bagian kiri bawah deket gambar kuda laut biru lucu itu, klik “Allow” di kanan atas dan tunggu tiga hitungan lalu klik “Install Now”. Tunggu bentar banget sampai dia selesai install lalu restart Firefox.

Habis itu di Firefox klik Tools > FireFTP, akan nongol ginian:

FireFTP

Fokus dibagian kiri atas dan pilih “Create an account”. Masukkan nama host, username dan password FTP Anda yang sudah dikirim oleh web hosting Anda saat awal registrasi. Klik “Connect” dan sekarang Anda sudah bisa memperlakukan file dan folder di komputer orang seperti mereka ada di komputer Anda.

Bikin Website Gratis dan Keren untuk Anak Band (2)

Penantian yang kita bicarakan pada ujung tulisan pertama sudah berakhir jika di “www.namabandku.co.cc” Anda sudah anda tampilan seperti ini:

nameserver.jpg

Langkah selanjutnya adalah install WordPress. Untuk melakukannya silahkan masuk ke Control Panel, klik “Go to CPanel” dan pilih “Fantastico Autoinstaller”.

cpanel.jpg

Fokus di bagian WordPress dan klik New Installation.

Kosongkan bagian “Install in directory”, isikan Administrator-username dan passwordnya.

WordPress

Tunggu hingga dua menit, lalu klik “Back to Auto-installer”. Kita akan lihat dua tombol baru “View Installation Details” dan “Uninstall WordPress” di box WordPress kalo instalasi sudah selesai. Sekarang tampilan “www.namabandku.co.cc” akan tampak seperti ini:

namabandku.jpg

Tampilannya kok belum keren? Dan saya nggak mau blog, saya mau website!
Ok, dalam tulisan berikutnya kita akan ketemu jin yang membuat dua permintaan kita terpenuhi.

Previous Older Entries