
Kejadiannya sudah cukup lama, tapi berhubung hibernasi panjang yang saya lakukan (
), baru sekarang saya bikin tulisannya.
Mengambil tempat di Starbuck Kemang, tanggal 23 Mei 2008 lalu saya melakukan wawancara dengan Mbak Purwendah Sekar Hapsari dan Bapak Arief F. Irfai dari Majalah Eksekutif.
Hasil wawancaranya sendiri sudah dimuat pada versi cetak Majalah Eksekutif edisi Juni 2008. Maaf saya belum bisa upload scanningan-nya sekarang, sebab hingga saat ini saya belum sempat mengambilnya di kantor Eksekutif (maaf Mbak Sari, saya usahakan segera saya ambil..).
Majalah Eksekutif adalah salah satu sponsor pada event yang diselenggarakan Accent dimana The Bije perform live dan membagikan CD gratis disana. Pada event tersebut saya berkenalan dengan beliau berdua.
Wawancara yang awalnya hanya mencakup musik The Bije, konsep free music dan musik indie pada umumnya ini akhirnya berkembang menjadi diskusi menarik dan berlangsung cukup lama, setidaknya 2 atau 3 jam saya rasa.
Beberapa hal yang sempat kami bahas saat itu adalah tentang kecenderungan industri media cetak hingga bahwa maestro tari Jawa kita, Bu Retno Maruti, dengan kecintaannya pada seni tari masih berkenan mengajar tari dengan beaya yang sangat sangat murah, hampir nol rupiah, di Taman Ismail Marzuki.
Satu pelajaran tentang berbagi dari Bu Retno.
Thanks to:
Mbak Sari dan Pak Arief untuk wawancara dan diskusinya. Juga untuk Eko yang udah nemenin.
Foto Bu Retno Maruti diambil dari Pusat Kesenian Jakarta.






















