<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>theBIJE.com &#187; Making Music</title>
	<atom:link href="http://www.thebije.com/category/pc-recording/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.thebije.com</link>
	<description>Bije, his music and things he loves</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Sep 2010 18:27:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Mengetahui Tempo Sebuah Lagu dengan Tap for Beats per Minute</title>
		<link>http://www.thebije.com/2010/08/15/mengetahui-tempo-sebuah-lagu-dengan-tap-for-beats-per-minute/</link>
		<comments>http://www.thebije.com/2010/08/15/mengetahui-tempo-sebuah-lagu-dengan-tap-for-beats-per-minute/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Aug 2010 18:59:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>theBIJE</dc:creator>
				<category><![CDATA[Making Music]]></category>
		<category><![CDATA[making music]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.thebije.com/?p=5429</guid>
		<description><![CDATA[Meski hampir semua aplikasi digital audio workstation (DAW) memiliki fasilitas beat counter, kadang saya perlu mengetahui tempo sebuah lagu dengan proses yang lebih cepat tanpa harus menunggu DAW-nya selesai loading. Layanan online Tap for Beats per Minute memenuhi kebutuhan saya &#8230; <a href="http://www.thebije.com/2010/08/15/mengetahui-tempo-sebuah-lagu-dengan-tap-for-beats-per-minute/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">
<img class="aligncenter" title="Tap for BPM" src="http://dl.dropbox.com/u/8968400/theBIJE.com/Posts/Tap%20for%20BPM/Screen%20shot%202010-08-15%20at%201.47.11%20AM.png" alt="" width="581" height="395" /></p>
<p>Meski hampir semua aplikasi digital audio workstation (DAW) memiliki fasilitas beat counter, kadang saya perlu mengetahui tempo sebuah lagu dengan proses yang lebih cepat tanpa harus menunggu DAW-nya selesai loading.</p>
<p>Layanan online <a href="http://www.all8.com/tools/bpm.htm" target="_blank">Tap for Beats per Minute</a> memenuhi kebutuhan saya tentang itu. Penggunaanya sangat simple, tinggal menekan-nekan spacebar ngikutin irama lagunya.</p>
<p>Layanan ini berbasis web, maka saya hanya perlu mem-bookmark-nya ke browser favorit saya dan ngeklik bookmark itu kapanpun saya memerlukannya.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Beat Counter" src="http://dl.dropbox.com/u/8968400/theBIJE.com/Posts/Tap%20for%20BPM/Screen%20shot%202010-08-15%20at%202.55.43%20AM.png" alt="" width="545" height="147" /></p>
<p>Tapi karena saya sangat sering menggunakannya, saya lalu membuatnya menjadi &#8220;aplikasi&#8221; (tepatnya SSB, site-specific browser) agar hanya dengan sekali klik beat counter sudah aktif. Saya melakukannya dengan bantuan <a href="http://fluidapp.com/" target="_blank">Fluid</a> (Mac) atau <a href="https://mozillalabs.com/prism" target="_blank">Prism</a> (Windows/Mac/Linux).</p>
<p>Happy creating!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thebije.com/2010/08/15/mengetahui-tempo-sebuah-lagu-dengan-tap-for-beats-per-minute/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Get the Best of Both (or More) Worlds</title>
		<link>http://www.thebije.com/2010/07/25/get-the-best-of-both-or-more-worlds/</link>
		<comments>http://www.thebije.com/2010/07/25/get-the-best-of-both-or-more-worlds/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jul 2010 04:22:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>theBIJE</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mac]]></category>
		<category><![CDATA[Making Music]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.thebije.com/?p=5172</guid>
		<description><![CDATA[Saya menyarankan penggunaan lebih dari satu digital audio workstation (DAW) untuk membuat musik di komputer. Kenapa? Agar kita bisa mengambil semua fitur hebat dari masing-masing DAW. Sebab tidak ada DAW yang perfect untuk semua keperluan. Studio One sangat memudahkan kita &#8230; <a href="http://www.thebije.com/2010/07/25/get-the-best-of-both-or-more-worlds/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-5196" title="DAWs" src="http://www.thebije.com/wp-content/uploads/DAWs.jpg" alt="DAWs" width="545" height="521" /></p>
<p style="text-align: justify;">Saya menyarankan penggunaan lebih dari satu digital audio workstation (DAW) untuk membuat musik di komputer. Kenapa? Agar kita bisa mengambil semua fitur hebat dari masing-masing DAW.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebab tidak ada DAW yang perfect untuk semua keperluan. <a title="Presonus Studio One" href="http://www.presonus.com/products/SoftwareDetail.aspx?SoftwareId=11" target="_blank">Studio One</a> sangat memudahkan kita dalam loading VSTi yang drag and drop dan langsung siap pakai, tapi merepotkan jika kita ingin mentranspose sebuah audio clip (setidaknya hingga versi 1.50). Untuk tugas ini, tidak ada yang sebagus <a title="Steinberg Nuendo" href="http://www.steinberg.net/en/products/nuendo.html" target="_blank">Nuendo</a> atau <a title="Steinberg Cubase" href="http://www.steinberg.net/en/products/cubase/start.html" target="_blank">Cubase</a>.</p>
<p style="text-align: justify;"><a title="Logic Pro" href="http://www.apple.com/logicstudio/logicpro/" target="_blank">Logic</a> sangat kaya library, baik sound maupun loop, dan searchable, akan sangat membantu kita saat creating atau saat kita mati gaya sementara deadline mengejar. Tapi Logic mengajak kita mengikuti upacara penyembahan berhala dulu sebelum mau membantu kita ngefade-in/out Apple Loops(!) tanpa popping. Studio One (Mac) jadi penyelamat disini, sebab dia bisa membaca format *.caf-nya Apple Loops (meski kadang temponya tidak otomatis menyesuaikan, tapi tinggal tekan Option dan drag ujung clip ke measure terdekat untuk menyesuaikannya) dan fade-in fade-out dan crossfadenya semudah seperti yang seharusnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi Logic juga pernah menyelamatkan saya saat harus mixing surround dengan template siap pakainya (versus ngulik di Nuendo berjam-jam, waktu itu masih Nuendo  v2 dan Logic v5) dan sound hasil simulasi ampli gitarnya bagus banget, sementara kemudahan membuat pattern drum dengan fitur Step Sequencer milik <a title="Cakewalk Sonar" href="http://www.cakewalk.com/Products/SONAR/" target="_blank">Sonar</a> selalu menggoda saya untuk kembali.</p>
<p style="text-align: justify;">Maka tidak ada lucu-lucunya dengan setia pada satu DAW. Lagian, logika penggunaan semua DAW sama kok, bisa satu, akan mudah untuk bisa yang lainnya. Seperti HP, beda merk pasti beda juga cara menggunakannya, tapi kita tetap bisa menggunakannya kan?</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi jalan terbaiknya adalah dengan mendalami satu DAW yang paling banyak kegunaannya (ini bisa spesifik tergantung pilihan musik kita, tapi Nuendo atau Cubase saya rasa adalah yang paling bisa untuk penggunaan umum), lalu manfaatkan kelebihan DAW diluar itu, total tiga DAW saya rasa cukup. Good luck.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thebije.com/2010/07/25/get-the-best-of-both-or-more-worlds/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sistem Terbaik untuk Membuat Musik dengan Komputer</title>
		<link>http://www.thebije.com/2010/05/19/sistem-terbaik-untuk-membuat-musik-dengan-komputer/</link>
		<comments>http://www.thebije.com/2010/05/19/sistem-terbaik-untuk-membuat-musik-dengan-komputer/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 May 2010 13:17:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>theBIJE</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mac]]></category>
		<category><![CDATA[Making Music]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.thebije.com/?p=3565</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini akan mencoba membahas tentang rekaman dengan menggunakan komputer semenyeluruh mungkin, dari operating system, aplikasi utama, hingga aplikasi pendukung dalam audio recording. Semua yang menurut saya terbaik di wilayah kegunaannya masing-masing. Windows, Mac, atau Linux? Kita mulai dari Operating &#8230; <a href="http://www.thebije.com/2010/05/19/sistem-terbaik-untuk-membuat-musik-dengan-komputer/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini akan mencoba membahas tentang rekaman dengan menggunakan komputer semenyeluruh mungkin, dari operating system,  aplikasi utama, hingga aplikasi pendukung dalam audio recording. Semua yang menurut saya terbaik di wilayah kegunaannya masing-masing.</p>
<h3><strong>Windows, Mac, atau Linux?</strong></h3>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="pc-mac-linux" src="http://www.thebije.com/wp-content/uploads/pc-mac-linux.jpg" alt="" width="536" height="369" /></p>
<p>Kita mulai dari Operating System (OS). Kita punya dua pilihan; <strong>Windows</strong> dan <strong>Mac</strong>.</p>
<p>Bagaimana dengan Linux? Tidak, terimakasih. <a href="http://www.thebije.com/2009/01/31/mengenal-linux/">Sejauh yang pernah saya coba</a>, belum ada aplikasi audio yang siap pakai untuk produksi dari awal hingga akhir disana. Kecuali Anda martir opensource, lupakan Linux. Titik. OK, Linux bagus di hal lain, tapi tidak di audio. Sekarang titik beneran.</p>
<p>So, Windows atau Mac? <em>Simply</em> <strong>Mac</strong>.</p>
<p>Trus? Udahan dong saya nggak bisa ikutan lagi? Soalnya saya pecinta mati Windows, saya sangat terikat dengan game-game itu. Lagian selalu ada yang membuat saya merasa tersisih jika mendengar kata Mac. Sesuatu yang berhubungan dengan sesuatu yang tak tersentuh..</p>
<p>Udah curhatnya? Gini, sekarang <strong>Mac OS bisa diinstall pada hardware PC biasa</strong>. Jadi, meski akan mendekati sempurna jika kita menggunakan real Mac, kita tetap bisa menikmati <strong>segala</strong> kemewahan Mac secara software. Memang minus bentuk-bentuk hardwarenya yang sexy itu, tapi itu akan tertukar langsung dengan kinerja yang lebih perkasa, dengan harga yang jauh jauh lebih murah. Yang kita butuhkan cuma sedikit kemauan untuk memilih hardware tepat (yang didukung Mac OS), mencoba menginstallnya, dan membiasakan diri dengan sistem baru, sesuatu yang saya jamin nggak akan pernah Anda sesali sebab hasilnya sangat layak.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Mac vs PC" src="http://www.thebije.com/wp-content/uploads/Mac-vs-PC.jpg" alt="" width="437" height="431" /></p>
<p>Ini adalah beberapa alasan kenapa saya sangat mendorong Anda untuk menggunakan Mac (OS):</p>
<ol>
<li><strong>Tampilannya</strong>. Di Mac kita akan selalu  dilingkungi selera grafis yang bagus di setiap sudut, di setiap mili. Inspiratif.</li>
<li><strong>Stabilitas</strong>. Mac memiliki semua syarat untuk menjadi OS yang hebat; dia ringan, kuat, dan jauh lebih maintenance-free (mau pensiun dari profesi virus buster? Mac mewujudkan impian itu untuk kita).</li>
<li><strong>No Audio Latency</strong>. Ini adalah sesuatu yang paling penting untuk audio recording. Di Windows kita harus memiliki soundcard khusus dengan driver ASIO untuk mendapatkannya (ASIO4All? Tidak sepenuhnya menyelesaikan), sementara di Mac masalah latency langsung teratasi begitu selesai install. Dan dengan menggunakan soundcard khusus, hasilnya akan lebih bagus lagi.</li>
</ol>
<p style="padding: 2px 6px 4px; background-color: #bbbbbb; border: 5px solid #333333; text-align: justify;"><span style="color: #333333;">Dengan menginstall Mac OS di PC kita, bukan berarti kita harus berpisah selamanya dengan Windows. Jika diinginkan, Windows bisa tetap ada. Ada dua skenario untuk itu: </span><strong><img class="aligncenter size-full wp-image-4239" title="BootThink" src="http://www.thebije.com/wp-content/uploads/BootThink.jpg" alt="" width="300" height="148" /></strong><span style="color: #333333;"><strong>Pertama</strong>; dual boot. Install Windows dan Mac pada partisi/harddisk yang terpisah hingga setiap menyalakan komputer, kita dihadapkan pada dua pilihan OS. Ini menjadi jalan terbaik jika aplikasi yang akan kita jalankan di Windows termasuk aplikasi yang berat, misalnya game-game generasi terbaru.  Bootloader seperti <a href="http://chameleon.osx86.hu/">Chameleon</a> atau <a href="http://www.insanelymac.com/forum/index.php?showtopic=168500">BootThink</a> (seperti yang terlihat pada screenshot diatas, <em>my personal favorite</em>) akan langsung mendetect keberadaan OS-OS itu pada bootup. <img class="aligncenter size-full wp-image-4248" title="VMware - Windows is Faster than Windows" src="http://www.thebije.com/wp-content/uploads/VMware-Windows-inside-Mac.jpg" alt="" width="500" height="313" /><strong>Kedua</strong>; single boot. Install Mac lalu install Windows didalam Mac. Ini bisa menjadi pilihan jika aplikasi yang akan kita jalankan di Windows relatif ringan hingga cukup dengan menggunakan sebagian kecil dari kekuatan komputer kita. Kita bisa melakukannya dengan bantuan virtualization software macam <a href="http://www.vmware.com/">VMware</a> atau <a href="http://www.virtualbox.org/">VirtualBox</a> (free).</span></p>
<p><strong>3 link berguna untuk referens instalasi Mac OS ke hardware PC biasa (hackintosh):</strong></p>
<ol>
<li><a href="http://www.insanelymac.com/forum/">Insanely Mac</a> &#8211; forum terbesar sedunia untuk para peminat hackintosh, berisi panduan instalasi, dll .</li>
<li><a href="http://wiki.osx86project.org/wiki/index.php/Main_Page">OSX86</a> &#8211; wiki tentang hardware apa saja yang bisa diinstall Mac OS.</li>
<li><a href="http://mac-inul.com/">Mac-Inul</a> &#8211; forum lokal tentang hackintosh, berisi panduan instalasi, dll.</li>
</ol>
<h3>Aplikasi untuk Bikin Musik</h3>
<p><img class="size-full wp-image-4082 alignright" title="Logic" src="http://www.thebije.com/wp-content/uploads/Logic.png" alt="" width="250" height="250" /></p>
<p>Setelah Mac OS terinstall, dan setelah masa-masa menciumi PC Anda lewat (mungkin nggak sampai segitu-gitunya, tapi percayalah, Anda akan lebih mencintai rig Anda setelah itu terinstall Mac), sekarang saatnya kita memilih aplikasi untuk membuat musik.</p>
<p>Seperti yang saya tulis <a href="http://www.thebije.com/2010/04/12/software-untuk-bikin-musik/">disini</a>, kita perlu DAW (Digital Audio Workstation), virtual instrument dan virtual effect untuk keperluan itu.</p>
<h3>DAW Andalan</h3>
<p>Kita mulai dari DAW dulu. DAW adalah aplikasi utama dalam audio recording. Disini kita akan merekam vokal, gitar dan instrument serta sumber suara lainnya, baik audio maupun MIDI. Kita juga bisa melakukan editing, mixing hingga mastering disini. DAW juga yang akan menjadi induk dari semua plugin virtual instrument dan virtual effect.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-4355" title="Cubase" src="http://www.thebije.com/wp-content/uploads/0b18cd1972.jpg" alt="" width="500" height="215" /></p>
<p>Ada dua nama DAW yang paling bisa diandalkan di Mac: <strong>Cubase</strong> dan <strong>Logic Pro</strong> sejauh pengalaman saya. Cubase unggul dalam kemudahan saat recording dan editing sementara Logic memiliki kelebihan di kekayaan library dan kenyamanan mixingnya. Jika memungkinkan, memiliki keduanya adalah sempurna, tapi jika tidak, salah satu saja juga sudah aman.</p>
<p style="padding: 2px 6px 4px; color: #d8d8d8; background-color: #191919; border: 1px solid #d8d8d8; text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-4133" title="PreSonus Studio One" src="http://www.thebije.com/wp-content/uploads/PreSonus-Studio-One.jpg" alt="" width="140" height="86" />Sebenernya masih ada satu nama lagi: PreSonus Studio One yang luar biasa menjanjikan untuk membuat aturan main baru dalam dunia DAW (misalnya kemudahan drag and drop dan built-in masteringnya).  Tapi Studio One masih dalam fase rilis versi awal, yang sayangnya belum dilengkapi beberapa fitur standard DAW. Saya yang sangat bersemangat nungguin Studio One dan download demonya pada hari pertama dia  dirilis, masih ngedrop gara-gara dia belum support video sync, sesuatu yang mutlak ada jika kita ingin membuat musik untuk iklan TV atau film misalnya. Pada versi 1.5-nya mereka sudah menambahkan fitur ini, tapi saya rasa saya akan memilih menunggu hingga versi 2 atau lebih.</p>
<h3><strong>Virtual Instruments</strong></h3>
<p><img src="http://www.thebije.com/wp-content/uploads/NI_Kontakt_4.jpg" alt="" title="Kontakt 4" width="545" height="393" class="aligncenter size-full wp-image-5463" /></p>
<p>Virtual Instrument adalah plugin untuk menghasilkan suara instrument. Misalnya suara drums, bass, brass dan sebagainya. Ada dua platform yang akan kita gunakan dengan menggunakan sistem ini; VSTi dan AU. Saya akan membahas hanya VSTi, platform AU tidak mengharuskan kita memilih sebab semua bawaan Logic Pro dengan platform ini sudah memberikan pilihan yang cukup luas.</p>
<p>VSTi pilihan saya adalah <strong>Kontakt</strong>. Dengan sound library bawaan sebesar 43 GB yang hampir semua terdengar &#8220;jadi&#8221; plus banyaknya nama-nama besar di dunia pembuat sound atau VSTi lain yang membuat produk mereka dengan engine Kontakt, sound library Kontakt menjadi sangat kaya dan akan terus bertambah. Kontakt juga mendukung platform AU yang berarti juga akan sepenuhnya kompatibel dengan Logic Pro.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Beberapa virtual instruments lain yang keren menurut saya adalah:</p>
<ul>
<li> Addictive Drums: Virtual drum dengan sound yang bagus dan mudah digunakan.</li>
<li> Pianoteq: Virtual piano dengan suara yang real dan loadingnya sangat cepat (ukuran aplikasinya cuma 25MB).</li>
<li>Stylus RMX: loop player dengan fitur-fitur menarik, misalnya hanya dengan sekali klik bisa membuat ketukan sebuah drum-loop menjadi 1/2-nya, dua kali lipatnya, dan seterusnya.</li>
</ul>
<h3><strong>Memilih Virtual Effects</strong></h3>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-4198" title="Waves Bundles" src="http://www.thebije.com/wp-content/uploads/Waves-Bundles.jpg" alt="" width="545" height="231" /></p>
<p>Virtual effects adalah plugin yang berfungsi untuk memodif suara instrument atau vokal. Distorsi, delay, EQ, reverb, compressor dan lain sebagainya masuk dalam kelompok ini. Plugin yang diaktifkan didalam DAW ini mempunyai banyak format; VST (Virtual Studio Technology, format yang dikembangkan oleh Steinberg, perusahaan yang membuat Cubase dan Nuendo), AU (Audio Units, Apple/Logic) Audiosuite (Digidesign/Pro Tools) dan beberapa lainnya. Saya akan fokus ke dua format yang saya sebutkan paling awal, sebab kita akan menggunakan Cubase dan Logic.</p>
<p><strong>Waves Bundles </strong>adalah paketan efek yang sudah bisa memenuhi semua kebutuhan dasar kita tentang efek, baik untuk keperluan mixing maupun mastering, dengan template-template yang relatif siap-pakai.</p>
<p>Beberapa virtual effect lain yang keren:</p>
<ul>
<li> Guitar Rig: Efek ampli dan distorsi gitar.</li>
<li> iZotope Ozone: Efek-efek mastering dalam satu plugin dengan template yang relatif siap-pakai.</li>
<li> Auto-Tune: Efek vokal di &#8220;Believe&#8221;-nya Cher, &#8220;Only God Knows Why&#8221; (Kid Rock), &#8220;Online&#8221; dan &#8220;Kaskus Anthem&#8221; (Saykoji).</li>
<li> Melodyne: Pemroses vokal seperti Auto-Tune dengan fitur yang lebih lengkap dan lebih mudah digunakan untuk membetulkan vokal yang fals.</li>
</ul>
<p>Segitu dulu tulisan saya, nanti kalo ada yang kurang akan saya update lagi. Kalo ada pertanyaan silahkan tulis komentar kamu disini, thanks!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thebije.com/2010/05/19/sistem-terbaik-untuk-membuat-musik-dengan-komputer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Software untuk Bikin Musik</title>
		<link>http://www.thebije.com/2010/04/12/software-untuk-bikin-musik/</link>
		<comments>http://www.thebije.com/2010/04/12/software-untuk-bikin-musik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Apr 2010 10:22:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>theBIJE</dc:creator>
				<category><![CDATA[Making Music]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.thebije.com/?p=3833</guid>
		<description><![CDATA[Secara garis besar, DAW dan VST dan VSTi adalah tiga jenis software yang kita perlukan untuk membuat musik. DAW, atau kepanjangannya Digital Audio Workstation, adalah software yang memiliki kemampuan merekam audio dan MIDI, sekaligus menjadi induk dari plugin-plugin VST dan &#8230; <a href="http://www.thebije.com/2010/04/12/software-untuk-bikin-musik/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Secara garis besar, <strong>DAW</strong> dan <strong>VST</strong> dan <strong>VSTi</strong> adalah tiga jenis software yang kita perlukan untuk membuat musik.</p>
<ol>
<li>DAW, atau kepanjangannya Digital Audio Workstation, adalah software yang memiliki kemampuan merekam audio dan MIDI, sekaligus menjadi induk dari plugin-plugin VST dan VSTi.</li>
<li>VST adalah effect atau perubah suara instrumen/vokal. Distorsi, delay, equalizer, reverb dan lain-lainnya masuk dalam kelompok VST.</li>
<li>VSTi (Virtual Studio Technology Instrument) adalah software yang menghasilkan suara instrumen misalnya drums, keyboard, bass dan sebagainya.</li>
</ol>
<p>Ada banyak pilihan untuk masing-masing jenis tersebut. Berikut ini nama-nama yang saya sarankan untuk masing-masing kelompok itu.</p>
<ol>
<li> DAW: <a href="http://www.steinberg.net/en/products/audiopostproduction_product/nuendo4.html" target="_blank">Nuendo</a> atau <a href="http://www.cakewalk.com/Products/SONAR/Sonar8-5-Producer-8-5-Studio.aspx?Prod=SR8.5" target="_blank">Sonar</a> untuk Windows, <a href="http://www.steinberg.net/en/products/musicproduction/cubase5_product.html" target="_blank">Cubase</a> atau <a href="http://www.apple.com/logicstudio/logicpro/" target="_blank">Logic</a> untuk Mac.</li>
<li>VST: banyak sekali pilihannya, tapi saya menyarankan salah satu dari <a href="http://www.waves.com/content.aspx?id=90" target="_blank">bundling Waves ini</a> karena selain cukup lengkap, setiap efek juga sudah dilengkapi dengan template yang relatif siap-pakai.</li>
<li>VSTi: juga sangat banyak pilihannya, dan pilihan saya adalah <a href="http://www.native-instruments.com/#/en/products/producer/kontakt-4/" target="_blank">Kontakt dari Native Instruments</a> sebab memiliki dukungan yang sangat luas. Artinya dengan menggunakan Kontakt, kita juga bisa membuka soundbank dari banyak VSTi lainnya.</li>
</ol>
<p>Selain nama-nama yang saya sebutkan ini, masih banyak nama-nama lain diluar sana yang jumlahnya terus bertambah.</p>
<p>Saya membuat tulisan ini sebagai acuan awal perjalanan Anda di digital audio recording. Setelah Anda masuk kedunianya, Anda akan menemukan sendiri apa yang paling tepat yang sesuai dengan keperluan Anda.</p>
<p>Tapi semua software yang saya sebutkan dalam guide ini sudah bisa dan layak untuk digunakan sebagai alat utama untuk produksi musik dari awal hingga akhir. Istilah kerennya mungkin &#8220;standard industri&#8221;, sebab banyak musisi baik lokal maupun internasional menggunakannya, dari home studio hingga studio rekaman profesional</p>
<p>Selamat berkarya!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thebije.com/2010/04/12/software-untuk-bikin-musik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hanya Ingin</title>
		<link>http://www.thebije.com/2010/02/21/hanya-ingin/</link>
		<comments>http://www.thebije.com/2010/02/21/hanya-ingin/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2010 10:51:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>theBIJE</dc:creator>
				<category><![CDATA[Making Music]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Music 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[Xtras]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.thebije.com/?p=3510</guid>
		<description><![CDATA[Download audio file (Hanya%20Ingin.mp3) Ini adalah satu dari sangat sedikit lagu saya yang saya dapatkan dari langit. Saya tidak melakukan apa-apa, saya cuma tidur dan begitu bangun, dikepala saya sudah ada susunan nada dan lirik untuk bagian awal chorus lagu &#8230; <a href="http://www.thebije.com/2010/02/21/hanya-ingin/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dl.dropbox.com/u/8968400/theBIJE.com/Music/Hanya%20Ingin.mp3">Download audio file (Hanya%20Ingin.mp3)</a></p>
<p><a href="http://dl.dropbox.com/u/8968400/theBIJE.com/Music/Hanya%20Ingin.mp3"><img src="http://www.thebije.com/wp-content/uploads/2007/12/download_button3.jpg" alt="Download: Harry Hapsoro - Hanya Ingin" /></a></p>
<p>Ini adalah satu dari sangat sedikit lagu saya yang saya dapatkan dari langit. Saya tidak melakukan apa-apa, saya cuma tidur dan begitu bangun, dikepala saya sudah ada susunan nada dan lirik untuk bagian awal chorus lagu ini.</p>
<p>Meski mendapatkan dengan mudah, saya cukup kesulitan untuk menyelesaikannya, dan apa yang Anda dengar ini, satu bagian chorus saja, adalah apa yang bisa saya lakukan untuk menyelesaikannya sejauh ini.</p>
<p>Seluruh proses pembuatan musik dan perekaman vokalnya saya lakukan di netbook <a href="http://www.dell.com/us/en/home/notebooks/laptop-inspiron-10/pd.aspx?refid=laptop-inspiron-10&amp;cs=19&amp;s=dhs">Dell Mini 10v</a> yang saya install <a href="http://www.apple.com/macosx/">Mac OS X</a> dan Cubase AI 4 dengan sound library dari <a href="http://www.soundonsound.com/sos/jul05/articles/colossus.htm">Colossus</a> yang dibaca dengan <a href="http://www.native-instruments.com/#/en/products/producer/kontakt-4/">Kontakt</a>. Tanpa menggunakan alat tambahan kecuali headphone. Ya, saya merekam vokalnya dengan built-in mic yang ada disamping webcam itu.</p>
<p>Saya membeli netbook ini untuk keponakan saya, Tika, sebagai hadiah juara kelas. Tapi karena dia minta pengirimannya diundur hingga selesai ujian, takut mengganggu belajar katanya, jadi deh saya punya waktu leluasa untuk melakukan eksperimen.</p>
<p>Instalasi Mac OS di hardware PC biasa ini (atau biasa disebut dengan hackintosh) memang sudah saya rencanakan sebelumnya, tapi mencoba aplikasi audio di laptop mungil dengan prosesor Intel Atom dan memori yang cuma 1GB ini adalah sesuatu diluar rencana awal.</p>
<p>Saya tidak terlalu kaget dengan lebih stabil dan ringannya Mac OS dibanding Windows, sebab instalasi ini bukan yang pertama buat saya. Bukan sebuah kejutan jika setelah &#8220;menjadi Mac&#8221;, saya bisa lebih leluasa menjalankan beberapa aplikasi tanpa terasa berat; misalnya mengaktifkan browser, YM dan memutar video mp4 sekaligus. Bandingkan dengan saat masih dilingkungan OS Windows 7 Starter bawaannya; hanya dengan membuka satu file video (yang ironisnya itu bawaan OS-nya), si mungil ini sudah tidak bisa membuka software lain sebab mulai patah-patah dan terasa berat.<br />
Bukan sebuah kejutan, sebab semua sistem yang saya install Mac, hasilnya selalu lebih stabil dan ringan.</p>
<p>Satu yang mengejutkan saya adalah saat saya mencoba merekam suara saya. Tanpa merubah setting apapun, saya bisa memonitor suara saya tanpa latency dengan soundcard onboard, sesuatu yang selalu menjadi masalah di Windows, versi manapun, dengan bantuan ASIO4All sekalipun.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img src="http://www.thebije.com/wp-content/uploads/Steve-Jobs-Awesome-Netbook-300x266.jpg" alt="" width="300" height="266" /><p class="wp-caption-text">&quot;I was wrong the other day, sorry..&quot;</p></div>
<p>Hasilnya adalah lagu ini, tentu Anda bisa membuat lagu yang jauh lebih bagus dengan alat yang sama. Dengan Colossus, kita juga bisa menambahkan suara instrumen apa saja, asal netbooknya belum minta ampun (lagu yang Anda dengar ini memiliki 5 trek instrumen dan 1 trek vokal, dan masih melenggang dengan mulus, masih mungkin ditambahi lagi).</p>
<p>Tentu kita tidak bisa memperlakukan netbook ini seperti sebuah desktop PC yang memiliki prosesor dan memori berlimpah, kita juga tidak bisa berharap suara yang kita rekam menggunakan built-in mic ini sekelas dengan hasil rekaman di sebuah studio rekaman profesional (menambahkan USB mic seharga 1 jutaan seperti <a href="http://www.bluemic.com/snowball/">Blue Snowball</a> pasti akan sangat meningkatkan kualitasnya), tapi sebagai alat portable untuk mengkonsep lagu dan aransemen, netbook ini sudah lebih dari cukup. Tentu dengan masih memiliki fungsi awalnya sebagai netbook; internet dan ketik-mengetik.</p>
<p>Oya, ini liriknya:</p>
<blockquote><p>Aku hanya ingin memelukmu sehangat-hangatnya<br />
Hingga kau tertidur<br />
Ingin hitung nafasmu hingga kau terbangun<br />
Untuk kukecup</p></blockquote>
<p>Note:<br />
Saya ngikutin <a href="http://www.mydellmini.com/forum/dell-mini-10-guides/16574-complete-guide-dual-booting-10v-windows-7-osx-10-6-2-a.html">guide ini</a> untuk nginstall, minus bagian dual boot-nya, plus beberapa sumber lain untuk beresin masalah-masalah kecil seperti <a href="http://www.mydellmini.com/forum/dell-mini-10v-mac-os-x-discussion/13711-hibernate-image-file-too-old-xxx-seconds-7.html#post132328">masalah &#8220;hibernate image&#8221;</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thebije.com/2010/02/21/hanya-ingin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
<enclosure url="http://dl.dropbox.com/u/8968400/theBIJE.com/Music/Hanya%20Ingin.mp3" length="651275" type="audio/mpeg" />
		</item>
		<item>
		<title>PreSonus Studio One, a Test Drive</title>
		<link>http://www.thebije.com/2009/08/26/presonus-studio-one-a-test-drive/</link>
		<comments>http://www.thebije.com/2009/08/26/presonus-studio-one-a-test-drive/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 10:14:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>theBIJE</dc:creator>
				<category><![CDATA[Making Music]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.thebije.com/?p=3268</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu, versi demo dari software digital audio workstation PreSonus Studio One resmi dirilis. Saya langsung mendownload dan mencoba demo yang berlaku selama 30 hari dan tanpa fasilitas saving dan export audio ini. Saya nyobain yang Mac, tapi &#8230; <a href="http://www.thebije.com/2009/08/26/presonus-studio-one-a-test-drive/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.thebije.com/wp-content/uploads/presonus-studio-one-logo.jpg" alt="PreSonus Studio One Logo" title="PreSonus Studio One Logo" width="197" height="55" class="aligncenter size-full wp-image-2115" /></p>
<p>Beberapa hari yang lalu, versi demo dari software digital audio workstation <strong><a href="http://www.thebije.com/2009/05/01/presonus-studio-one-daw-baru-yang-layak-ditunggu/">PreSonus Studio One</a></strong> resmi dirilis. Saya langsung mendownload dan mencoba demo yang berlaku selama 30 hari dan tanpa fasilitas saving dan export audio ini. Saya nyobain yang Mac, tapi saya rasa versi Windows-nya akan sangat mirip. </p>
<p>Pertama kali dibuka, Studio One akan men-scan semua hardware dan software yang berhubungan dengannya; misalnya soundcard, keyboard controller, effect dan instrument. Agak lama, tapi dia hanya akan melakukan ini <del datetime="2009-11-02T00:24:02+00:00">sekali</del> saat dia pertama kali dibuka dan jika ada instalasi hardware/software baru saja.</p>
<p>Saat mencoba fitur drag and drop instrument yang memang sudah saya tunggu-tunggu, saya sedikit mengalami masalah. Saya coba &#8220;narik&#8221; instrument dari browser yang ada dilayar sebelah kanan ke dalam track view. Memang instrument langsung kebuka, aktif dan bunyi jika piano roll didalam instrument diklik dengan mouse, tapi keyboard controller belum berfungsi, padahal jelas sudah ada komunikasi antara Studio One dengan keyboard controller.</p>
<p>Rupanya ada satu settingan kecil yang harus kita lakukan agar setelah instrument &#8220;ditarik&#8221;, keyboard controller kita langsung berfungsi:<br />
Pergi ke Preferences > External Devices > double-click gambar Keyboard Controller > centang &#8220;Default Instrument Input&#8221;</p>
<div id="attachment_3279" class="wp-caption aligncenter" style="width: 304px"><a href="http://www.thebije.com/wp-content/uploads/Default-Instrument-Input.jpg" rel="shadowbox[post-3268];player=img;"><img src="http://www.thebije.com/wp-content/uploads/Default-Instrument-Input-294x300.jpg" alt="Studio One Default Instrument Input" title="Studio One Default Instrument Input" width="294" height="300" class="size-medium wp-image-3279" /></a><p class="wp-caption-text">Studio One Default Instrument Input</p></div>
<p>Hasilnya, saya bener-bener terpuaskan dengan fitur andalan Studio One ini: <strong>drag and drop and record,</strong> sesuatu yang bahkan pada (versi terbaru) Yamaha Cubase 5 pun minimal masih mengharuskan kita meng-klik minimal 5 kali.  </p>
<p>Links:<br />
<a href="http://www.presonus.com/demo-studioone/">Download Studio One demo</a> (perlu registrasi gratis)<br />
<a href="http://forums.presonus.com/forumdisplay.php?f=47">Forum resmi Studio One</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thebije.com/2009/08/26/presonus-studio-one-a-test-drive/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengatasi Masalah Ngrekam MIDI yang Telat</title>
		<link>http://www.thebije.com/2009/05/09/mengatasi-masalah-ngrekam-midi-yang-telat/</link>
		<comments>http://www.thebije.com/2009/05/09/mengatasi-masalah-ngrekam-midi-yang-telat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 May 2009 23:30:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>theBIJE</dc:creator>
				<category><![CDATA[Making Music]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.thebije.com/?p=2366</guid>
		<description><![CDATA[Pake MIDI controller untuk ngrekam ke PC di Nuendo? Kalo hasil rekamannya telat, silahkan coba mengatasinya dengan ini: Klik Devices > Device Setup > DirectMusic, lalu centang &#8220;Use System Timestamp&#8220;. Mudah-mudahan membantu..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pake MIDI controller untuk ngrekam ke PC di Nuendo? Kalo hasil rekamannya telat, silahkan coba mengatasinya dengan ini: </p>
<p>Klik Devices > Device Setup > DirectMusic, lalu centang &#8220;<strong>Use System Timestamp</strong>&#8220;. Mudah-mudahan membantu..</p>
<div id="attachment_2367" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://www.thebije.com/wp-content/uploads/use-system-timestamp.png" rel="shadowbox[post-2366];player=img;"><img src="http://www.thebije.com/wp-content/uploads/use-system-timestamp-300x241.png" alt="Click to Enlarge" title="Use System Timestamp" width="300" height="241" class="size-medium wp-image-2367" /></a><p class="wp-caption-text">Click to Enlarge</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thebije.com/2009/05/09/mengatasi-masalah-ngrekam-midi-yang-telat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PreSonus Studio One: DAW Baru yang Layak Ditunggu</title>
		<link>http://www.thebije.com/2009/05/01/presonus-studio-one-daw-baru-yang-layak-ditunggu/</link>
		<comments>http://www.thebije.com/2009/05/01/presonus-studio-one-daw-baru-yang-layak-ditunggu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 03:24:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>theBIJE</dc:creator>
				<category><![CDATA[Making Music]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.thebije.com/?p=2106</guid>
		<description><![CDATA[PreSonus Studio One adalah Digital Audio Workstation (DAW) baru untuk Mac dan Windows, dilengkapi dengan 28 plugins bawaan dengan tampilan layout mirip Logic. Terdengar standard ya? Tunggu, baca dulu fitur-fitur andalannya&#8230; Built-in Browser PreSonus mengklaim bahwa browser didalam Studio One &#8230; <a href="http://www.thebije.com/2009/05/01/presonus-studio-one-daw-baru-yang-layak-ditunggu/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.thebije.com/wp-content/uploads/presonus-studio-one-logo.jpg" alt="PreSonus Studio One Logo" title="PreSonus Studio One Logo" width="197" height="55" class="aligncenter size-full wp-image-2115" /></p>
<p><strong>PreSonus Studio One</strong> adalah Digital Audio Workstation (DAW) baru untuk Mac dan Windows, dilengkapi dengan 28 plugins bawaan dengan tampilan layout mirip Logic.</p>
<p>Terdengar standard ya? Tunggu, baca dulu fitur-fitur andalannya&#8230;</p>
<p><strong>Built-in Browser</strong><br />
PreSonus mengklaim bahwa browser didalam Studio One akan memudahkan kita mengakses dan mengaktifkan audio loop, effect dan virtual instrument semudah kita menggunakan mouse. </p>
<p><strong>Drag and Drop</strong><br />
Ini luar biasa, hanya dengan drag and drop dari built-in browser kedalam lagu kita, maka otomatis sebuah effect, virtual instrument dan audio loop akan langsung aktif dan siap pakai. </p>
<p>Untuk effect dan audio loop mungkin tidak terlalu mengagetkan, yang gila virtual instrumentnya. Meminjam istilah mereka sendiri, PreSonus telah berusaha keras untuk tidak menghalangi proses kreatif kita dengan otomatis me-load instrument yang kita mau sekaligus membuatkan MIDI track dan meng-enable record untuk track itu. Kebayang ribetnya harus pencat-pencet sekian kali di beberapa tempat untuk melakukan ini di Nuendo.. <img src='http://www.thebije.com/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/doh.gif' alt='(doh)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Mastering Integration</strong><br />
Kita nggak perlu mixdown dan membuka hasilnya di software mastering macem WaveLab atau SoundForge, semua bisa dilakukan di dalam Studio One. Kemaniakan orang-orang PreSonus dengan drag and drop masih berlanjut disini; drag file &#8220;Song&#8221; ke dalam &#8220;Project&#8221; dan Studio One akan melakukan mixdown otomatis terhadap lagu kita untuk menghasilkan &#8220;Master&#8221;.. <del datetime="2010-08-31T00:37:30+00:00">DANNNNN&#8230; perubahan apapun yang kita lakukan terhadap &#8220;Song&#8221; otomatis juga akan ter-update ke bagian &#8220;Master&#8221;-nya!! <img src='http://www.thebije.com/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/worship.gif' alt='(worship)' class='wp-smiley' /> </del> </p>
<p><strong> UPDATE</strong>: Ternyata tidak auto-update, kita harus pencet tombolnya secara manual (Studio One akan ngingetin kita jika ada perubahan di multitracknya), tapi tetep, ini feature terobosan yang memudahkan dan hebat. </p>
<div id="attachment_2188" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://www.thebije.com/wp-content/uploads/presonus-studio-one.jpg" rel="shadowbox[post-2106];player=img;"><img src="http://www.thebije.com/wp-content/uploads/presonus-studio-one-300x184.jpg" alt="PreSonus Studio One" title="PreSonus Studio One" width="300" height="184" class="size-medium wp-image-2188" /></a><p class="wp-caption-text">PreSonus Studio One</p></div>
<p>Dengan segudang fitur plus tampilan yang nggak ribet, saya rasa Studio One akan mampu bersaing dengan ProTools, Nuendo, Sonar, Logic dan DAW lain yang sudah lebih dulu memilki fans masing-masing. </p>
<p>Plus lagi &#8220;tabbed browsing&#8221; yang akan sangat memudahkan kita untuk berpindah dari satu fitur ke fitur lainnya (ingat saat dulu Firefox membebaskan kita dari kekangan &#8220;satu window satu halaman&#8221; itu?), saya harap dia benar-benar akan membuat musisi bisa fokus di bikin musik, bukan di tools.</p>
<p>Links:<br />
<a href="http://www.presonus.com/products/SoftwareDetail.aspx?SoftwareId=11">Studio One di website PreSonus</a><br />
<a href="http://www.youtube.com/user/presonusaudio">PreSonus Channel di YouTube</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thebije.com/2009/05/01/presonus-studio-one-daw-baru-yang-layak-ditunggu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayolah Propellerhead, Dewasalah!</title>
		<link>http://www.thebije.com/2009/05/01/ayolah-propellerhead-dewasalah/</link>
		<comments>http://www.thebije.com/2009/05/01/ayolah-propellerhead-dewasalah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2009 20:39:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>theBIJE</dc:creator>
				<category><![CDATA[Making Music]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.thebije.com/?p=1998</guid>
		<description><![CDATA[Saya meninggalkan Reason, software andalan Propellerhead, saat dia memasuki versi ke 4. Ngeselin, versi yang itu sangat memanjakan electronic musician dan seolah melupakan musisi yang ingin tetap mempertahankan suasana live di lagu-lagu yang kami bikin di Reason. Lebih ngeselinnya lagi, &#8230; <a href="http://www.thebije.com/2009/05/01/ayolah-propellerhead-dewasalah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.thebije.com/wp-content/uploads/wholereason4.gif" alt="Reason 4" title="Reason 4" width="250" height="92" class="aligncenter size-full wp-image-2000" /></p>
<p>Saya meninggalkan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Reason_(software)" rel="shadowbox">Reason</a>, software andalan Propellerhead, saat dia memasuki versi ke 4.</p>
<p>Ngeselin, versi yang itu sangat memanjakan electronic musician dan seolah melupakan musisi yang ingin tetap mempertahankan suasana live di lagu-lagu yang kami bikin di Reason. </p>
<p>Lebih ngeselinnya lagi, mereka bahkan nggak ngasih respon saat saya ngeluh tentang ini di forumnya! <img src='http://www.thebije.com/smilies/yahoo_angry.gif' alt='&#88;&#45;&#40;' class='wp-smiley' width='34' height='18' title='&#88;&#45;&#40;' /><br />
Apa mereka nggak inget dulu saya mau-maunya sampai dua minggu download refill versi pertamanya?! (Kejadiannya deket-deket tahun 2000, waktu itu download file berukuran 600MB memang makan waktu segitu). </p>
<p>Tapi hari ini saya baca <a href="http://www.computermusic.co.uk/page/computermusic?entry=something_big_on_the_way" rel="shadowbox">desas-desus bahwa akan ada sesuatu yang besar dari mereka</a>.</p>
<p>Apakah ini berarti mereka akan merilis Reason 5 yang membuat senang nggak cuma electronic musician? Entahlah, apapun itu, ayo Propellerhead, gimme your best shot! <img src='http://www.thebije.com/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/bring_it_on.gif' alt='(bringit)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Update</strong>:<br />
Surprise, surprise.. sesuatu yang baru dari Propellerhead itu ternyata <a href="http://www.propellerheads.se/products/record/">Record</a>, sebuah Digital Audio Workstation. </p>
<p><a href="http://www.propellerheads.se/products/record/"><img class="aligncenter size-full wp-image-2658" title="Ke situs resmi Propellerhead Record" src="http://www.thebije.com/wp-content/uploads/propellerhead-record-logo.gif" alt="Ke situs resmi Propellerhead Record" width="254" height="56" /></a></p>
<p>Tampilannya sangat mirip Reason, bahkan terkesan ini hanya perekam audio sebagai pelengkap Reason, sebuah fitur yang sudah dimiliki kompetitor langsung Reason, FruityLoops, <strong>didalam FruityLoops itu sendiri</strong>, sejak beberapa tahun lalu.. </p>
<p>BTW tadi sore seorang temen nanya kenapa saya &#8220;musuhan&#8221; sama Reason. </p>
<p>Saya bilang gini; Reason udah jauh ketinggalan. Misalnya modul ReDrum-nya, setelah memiliki keunggulan dikemudahan pembuatan patternnya, sepertinya mereka puas berhenti disitu. </p>
<p>Mereka tidak mengembangkan masing-masing channelnya untuk mendukung velocity-layering, sebuah keunggulan yang sudah menjadi standard bagi VSTi pembuat drum seperti <a href="http://www.toontrack.com/products.asp?item=7">EZdrummer</a> atau <a href="http://www.xlnaudio.com/?page=products&#038;p_page=addictivedrums">Addictive Drums</a> misalnya. </p>
<p>Dengan layering itu, saat kita mukul snare pelan maka suara yang keluar adalah sample suara dari sebuah snare yang dipukul pelan, bukan sample snare yang dipukul kenceng yang <strong>volume</strong>-nya aja yang dipelanin. </p>
<p>OK NN-XT bisa layering, tapi itu ngajak balik lagi ke ribetnya bikin perintah MIDI di Piano Roll kan?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thebije.com/2009/05/01/ayolah-propellerhead-dewasalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Linux</title>
		<link>http://www.thebije.com/2009/01/31/mengenal-linux/</link>
		<comments>http://www.thebije.com/2009/01/31/mengenal-linux/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Jan 2009 01:15:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>theBIJE</dc:creator>
				<category><![CDATA[Making Music]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.thebije.com/?p=1263</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="padding: 2px 6px 4px; background-color: #bbbbbb; border: 5px solid #333333; text-align: justify;"><span style="color: #333333;"<strong>UPDATE</strong>: Dengan menyesal saya harus katakan bahwa kesimpulan akhir saya setelah mencoba beberapa aplikasi audio di Linux adalah: belum ada yang cukup bisa diandalkan untuk memproduksi musik dari awal (creating, recording) hingga akhir (mastering). Sebagai contoh misalnya Hydrogen yang meniru fungsi dan tampilan FruityLoops di Windows. Hydrogen versi terakhir yang saya coba baru mampu mendekati FruityLoops generasi awal, yang rilisnya sudah lebih dari 10 tahun yang lalu.  Juga Rosegarden, seperti Hydrogen, dia juga terlambat lebih dari 10 tahun dibanding software sejenis di Mac atau Windows. Sedikit pengecualian mungkin Ardour, tapi saya pribadi tidak tertarik sebab buat saya akan sangat tidak aman hanya mengandalkan satu aplikasi saja, apalagi dengan masih memiliki kekurangan disana-sini, bahkan diantaranya adalah fungsi-fungsi dasar. Lagipula Ardour juga tersedia di Mac OS kalopun saya ingin untuk sekedar mencobanya. Klik <a href="http://wp.me/p8FMp-Vv">ini</a> untuk konfigurasi komputer terbaik untuk membuat musik</p>
<p><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-1264" title="Linux" src="http://www.thebije.com/wp-content/uploads/2009/01/linux-150x150.jpg" alt="Linux" width="150" height="150" /></p>
<p>Dua hari yang lalu, untuk pertama kalinya saya benar-benar bersentuhan dengan <strong><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Linux">Linux</a></strong>. Memang sekitar setahun yang lalu saya pernah mencobanya, tapi sangat sebentar, jadi bisa dibilang saya belum menyentuhnya saat itu.</p>
<p>Seperti kita tau, Linux adalah Operating System semacam Windows tapi gratis dan opensource. Kita bebas menggunakannya tanpa rasa bersalah, dan kode-kode programnya juga dibuka untuk umum hingga jika berminat, siapa saja bisa ikut mengembangkannya.</p>
<p>Salah satu contoh software opensource yang paling populer adalah <a href="http://www.mozilla.com/en-US/firefox/"><strong>Firefox</strong></a>, sebuah browser yang karena keterbukaan kode-kodenya dan kebaikan orang-orang yang mengembangkan, telah membuat kita bisa menikmati fitur-fitur yang &#8220;lebih dari sekedar browser&#8221;. Jika belum, silahkan pergi <a href="https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/browse/type:1/cat:5">kesini</a> untuk menikmati fungsi-fungsi yang bisa ditambahkan ke Firefox yang akan membantu kita dalam mendownload hampir apa saja dari internet.</p>
<p>Kembali ke Linux..</p>
<p>Awalnya saya berkenalan dengan <a href="http://kosong.blogsome.com/">Imron Fauzi</a> (Roim) dari <a href="http://www.airputih.or.id/"><strong>AirPutih</strong></a> via email, saya katakan padanya bahwa saya adalah musisi yang sudah membagi musik saya secara free dan juga akan membaginya dalam bentuk musik opensource. Saya juga bilang bahwa saya tertarik untuk belajar aplikasi opensource Linux untuk audio recording.</p>
<p>Dia kemudian mengundang saya untuk datang ke kantornya, dan setelah ngobrol sedikit, lalu mulailah saya mencoba Linux, tentu dengan bimbingan Roim dan teman-teman disana.</p>
<p><a title="Add-Remove Program di Linux" rel="shadowbox" href="http://www.thebije.com/wp-content/uploads/2009/01/add_remove_applicatons_in_linux.gif"></a></p>
<p><a title="Add-Remove Program di Linux" rel="shadowbox" href="http://www.thebije.com/wp-content/uploads/2009/01/add_remove_applicatons_in_linux.gif"></p>
<div id="attachment_1287" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-full wp-image-1287" title="Add-Remove Program di Linux" src="http://www.thebije.com/wp-content/uploads/2009/01/add_remove_applicatons_in_linux-300x223.gif" alt="Klik untuk memperbesar." width="300" height="223" /><p class="wp-caption-text">Klik untuk memperbesar</p></div>
<p></a></p>
<p>Sesuatu yang paling berkesan pada saat pertama saya mencoba Linux adalah fasilitas &#8220;Add-Remove Program&#8221;-nya. Karena Linux berbasis opensource, maka kita bebas menambahkan software apa saja, dan itu semua itu bisa dilakukan secara online! Bisa dibayangkan akan ada begitu banyak software yang bisa kita install, dan sekali lagi gratis.</p>
<p>Prosesnyapun sangat simple, kita tinggal search nama software-nya, tunggu sebentar hingga Linux menemukannya, dan install dengan satu dua klik sederhana. Menurut saya cara ini lebih simple daripada &#8220;Add-Remove Program&#8221;-nya Windows (XP).</p>
<p>Berhubung paket <a href="http://ubuntustudio.org/">Ubuntu Studio</a> yang berisi software-software audio yang rencananya akan saya gunakan untuk belajar belum tersedia, maka saya menggunakan Ubuntu (saja, tanpa &#8220;Studio&#8221;), dan pada hari pertama itu saya lebih banyak menghabiskan waktu untuk menginstall software-software Linux untuk rekaman musik.</p>
<p><a title="Ardour, Pengganti SONAR atau Nuendo di Linux" rel="shadowbox" href="http://www.thebije.com/wp-content/uploads/2009/01/ardour-25.jpg"></a></p>
<p><a title="Ardour, Pengganti SONAR atau Nuendo di Linux" rel="shadowbox" href="http://www.thebije.com/wp-content/uploads/2009/01/ardour-25.jpg"></p>
<div id="attachment_1336" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-full wp-image-720" title="Ardour, Pengganti SONAR atau Nuendo di Linux" src="http://www.thebije.com/wp-content/uploads/2009/01/ardour-25-300x162.jpg" alt="Klik untuk memperbesar." width="300" height="162" /><p class="wp-caption-text">Klik untuk memperbesar</p></div>
<p></a></p>
<p>Beberapa yang saya install adalah <a href="http://ardour.org/">Ardour</a> (semacam SONAR atau Nuendo di Windows), <a href="http://www.hydrogen-music.org/">Hydrogen</a> (FruityLoops), dan <a href="http://www.rosegardenmusic.com/">Rosegarden</a> (SONAR, Nuendo).</p>
<p>Saya langsung mencoba software yang saya install. Saya akan bercerita tentang itu dalam tulisan selanjutnya.</p>
<p style="padding: 2px 6px 4px; background-color: #bbbbbb; border: 5px solid #333333; text-align: justify;"><span style="color: #333333;"<strong>Out of Topic</strong>: Saya menaruh hormat sepenuhnya pada para developer aplikasi opensource yang bekerja melulu karena kecintaan mereka pada apa yang mereka lakukan, dan bukan karena uang. Tapi jika itu hanya akan menghasilkan karya yang belum bisa setara dengan &#8220;production quality&#8221;, saya pikir mereka sebaiknya berusaha mendatangkan sumber income sebab mereka memang pantas mendapatkannya, diluar sistem donasi yang selama ini umum mereka pakai, sistem yang sepertinya tidak cukup untuk mengganti semua waktu dan energi mereka (sering saya baca seorang developer yang menjelaskan bahwa dia hanya melakukannya karena hobby maka jangan harap akan sempurna bla bla bla&#8230;). Firefox, sekali lagi, adalah contoh supersukses dari sebuah platform opensource. Win-win-win; kita gratis menggunakannya, Firefox dapet uang dari Google sebagai default search engine-nya, Google mendapatkan trafik dari itu yang pada gilirannya juga akan mereka konversi sebagai income untuk Google sendiri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.thebije.com/2009/01/31/mengenal-linux/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
