15 Aug 2010
Category: Making Music Tags: making music

Meski hampir semua aplikasi digital audio workstation (DAW) memiliki fasilitas beat counter, kadang saya perlu mengetahui tempo sebuah lagu dengan proses yang lebih cepat tanpa harus menunggu DAW-nya selesai loading.
Layanan online Tap for Beats per Minute memenuhi kebutuhan saya tentang itu. Penggunaanya sangat simple, tinggal menekan-nekan spacebar ngikutin irama lagunya.
Layanan ini berbasis web, maka saya hanya perlu mem-bookmark-nya ke browser favorit saya dan ngeklik bookmark itu kapanpun saya memerlukannya.

Tapi karena saya sangat sering menggunakannya, saya lalu membuatnya menjadi “aplikasi” (tepatnya SSB, site-specific browser) agar hanya dengan sekali klik beat counter sudah aktif. Saya melakukannya dengan bantuan Fluid (Mac) atau Prism (Windows/Mac/Linux).
Happy creating!
25 Jul 2010
Category: Mac, Making Music

Saya menyarankan penggunaan lebih dari satu digital audio workstation (DAW) untuk membuat musik di komputer. Kenapa? Agar kita bisa mengambil semua fitur hebat dari masing-masing DAW.
Sebab tidak ada DAW yang perfect untuk semua keperluan. Studio One sangat memudahkan kita dalam loading VSTi yang drag and drop dan langsung siap pakai, tapi merepotkan jika kita ingin mentranspose sebuah audio clip (setidaknya hingga versi 1.50). Untuk tugas ini, tidak ada yang sebagus Nuendo atau Cubase.
Logic sangat kaya library, baik sound maupun loop, dan searchable, akan sangat membantu kita saat creating atau saat kita mati gaya sementara deadline mengejar. Tapi Logic mengajak kita mengikuti upacara penyembahan berhala dulu sebelum mau membantu kita ngefade-in/out Apple Loops(!) tanpa popping. Studio One (Mac) jadi penyelamat disini, sebab dia bisa membaca format *.caf-nya Apple Loops (meski kadang temponya tidak otomatis menyesuaikan, tapi tinggal tekan Option dan drag ujung clip ke measure terdekat untuk menyesuaikannya) dan fade-in fade-out dan crossfadenya semudah seperti yang seharusnya.
Tapi Logic juga pernah menyelamatkan saya saat harus mixing surround dengan template siap pakainya (versus ngulik di Nuendo berjam-jam, waktu itu masih Nuendo v2 dan Logic v5) dan sound hasil simulasi ampli gitarnya bagus banget, sementara kemudahan membuat pattern drum dengan fitur Step Sequencer milik Sonar selalu menggoda saya untuk kembali.
Maka tidak ada lucu-lucunya dengan setia pada satu DAW. Lagian, logika penggunaan semua DAW sama kok, bisa satu, akan mudah untuk bisa yang lainnya. Seperti HP, beda merk pasti beda juga cara menggunakannya, tapi kita tetap bisa menggunakannya kan?
Jadi jalan terbaiknya adalah dengan mendalami satu DAW yang paling banyak kegunaannya (ini bisa spesifik tergantung pilihan musik kita, tapi Nuendo atau Cubase saya rasa adalah yang paling bisa untuk penggunaan umum), lalu manfaatkan kelebihan DAW diluar itu, total tiga DAW saya rasa cukup. Good luck.
19 May 2010
Category: Mac, Making Music
Tulisan ini akan mencoba membahas tentang rekaman dengan menggunakan komputer semenyeluruh mungkin, dari operating system, aplikasi utama, hingga aplikasi pendukung dalam audio recording. Semua yang menurut saya terbaik di wilayah kegunaannya masing-masing.
Windows, Mac, atau Linux?

Kita mulai dari Operating System (OS). Kita punya dua pilihan; Windows dan Mac.
Bagaimana dengan Linux? Tidak, terimakasih. Sejauh yang pernah saya coba, belum ada aplikasi audio yang siap pakai untuk produksi dari awal hingga akhir disana. Kecuali Anda martir opensource, lupakan Linux. Titik. OK, Linux bagus di hal lain, tapi tidak di audio. Sekarang titik beneran.
So, Windows atau Mac? Simply Mac.
Trus? Udahan dong saya nggak bisa ikutan lagi? Soalnya saya pecinta mati Windows, saya sangat terikat dengan game-game itu. Lagian selalu ada yang membuat saya merasa tersisih jika mendengar kata Mac. Sesuatu yang berhubungan dengan sesuatu yang tak tersentuh..
Udah curhatnya? Gini, sekarang Mac OS bisa diinstall pada hardware PC biasa. Jadi, meski akan mendekati sempurna jika kita menggunakan real Mac, kita tetap bisa menikmati segala kemewahan Mac secara software. Memang minus bentuk-bentuk hardwarenya yang sexy itu, tapi itu akan tertukar langsung dengan kinerja yang lebih perkasa, dengan harga yang jauh jauh lebih murah. Yang kita butuhkan cuma sedikit kemauan untuk memilih hardware tepat (yang didukung Mac OS), mencoba menginstallnya, dan membiasakan diri dengan sistem baru, sesuatu yang saya jamin nggak akan pernah Anda sesali sebab hasilnya sangat layak.

Ini adalah beberapa alasan kenapa saya sangat mendorong Anda untuk menggunakan Mac (OS):
- Tampilannya. Di Mac kita akan selalu dilingkungi selera grafis yang bagus di setiap sudut, di setiap mili. Inspiratif.
- Stabilitas. Mac memiliki semua syarat untuk menjadi OS yang hebat; dia ringan, kuat, dan jauh lebih maintenance-free (mau pensiun dari profesi virus buster? Mac mewujudkan impian itu untuk kita).
- No Audio Latency. Ini adalah sesuatu yang paling penting untuk audio recording. Di Windows kita harus memiliki soundcard khusus dengan driver ASIO untuk mendapatkannya (ASIO4All? Tidak sepenuhnya menyelesaikan), sementara di Mac masalah latency langsung teratasi begitu selesai install. Dan dengan menggunakan soundcard khusus, hasilnya akan lebih bagus lagi.
Dengan menginstall Mac OS di PC kita, bukan berarti kita harus berpisah selamanya dengan Windows. Jika diinginkan, Windows bisa tetap ada. Ada dua skenario untuk itu:
Pertama; dual boot. Install Windows dan Mac pada partisi/harddisk yang terpisah hingga setiap menyalakan komputer, kita dihadapkan pada dua pilihan OS. Ini menjadi jalan terbaik jika aplikasi yang akan kita jalankan di Windows termasuk aplikasi yang berat, misalnya game-game generasi terbaru. Bootloader seperti Chameleon atau BootThink (seperti yang terlihat pada screenshot diatas, my personal favorite) akan langsung mendetect keberadaan OS-OS itu pada bootup.
Kedua; single boot. Install Mac lalu install Windows didalam Mac. Ini bisa menjadi pilihan jika aplikasi yang akan kita jalankan di Windows relatif ringan hingga cukup dengan menggunakan sebagian kecil dari kekuatan komputer kita. Kita bisa melakukannya dengan bantuan virtualization software macam VMware atau VirtualBox (free).
3 link berguna untuk referens instalasi Mac OS ke hardware PC biasa (hackintosh):
- Insanely Mac – forum terbesar sedunia untuk para peminat hackintosh, berisi panduan instalasi, dll .
- OSX86 – wiki tentang hardware apa saja yang bisa diinstall Mac OS.
- Mac-Inul – forum lokal tentang hackintosh, berisi panduan instalasi, dll.
Aplikasi untuk Bikin Musik

Setelah Mac OS terinstall, dan setelah masa-masa menciumi PC Anda lewat (mungkin nggak sampai segitu-gitunya, tapi percayalah, Anda akan lebih mencintai rig Anda setelah itu terinstall Mac), sekarang saatnya kita memilih aplikasi untuk membuat musik.
Seperti yang saya tulis disini, kita perlu DAW (Digital Audio Workstation), virtual instrument dan virtual effect untuk keperluan itu.
DAW Andalan
Kita mulai dari DAW dulu. DAW adalah aplikasi utama dalam audio recording. Disini kita akan merekam vokal, gitar dan instrument serta sumber suara lainnya, baik audio maupun MIDI. Kita juga bisa melakukan editing, mixing hingga mastering disini. DAW juga yang akan menjadi induk dari semua plugin virtual instrument dan virtual effect.

Ada dua nama DAW yang paling bisa diandalkan di Mac: Cubase dan Logic Pro sejauh pengalaman saya. Cubase unggul dalam kemudahan saat recording dan editing sementara Logic memiliki kelebihan di kekayaan library dan kenyamanan mixingnya. Jika memungkinkan, memiliki keduanya adalah sempurna, tapi jika tidak, salah satu saja juga sudah aman.
Sebenernya masih ada satu nama lagi: PreSonus Studio One yang luar biasa menjanjikan untuk membuat aturan main baru dalam dunia DAW (misalnya kemudahan drag and drop dan built-in masteringnya). Tapi Studio One masih dalam fase rilis versi awal, yang sayangnya belum dilengkapi beberapa fitur standard DAW. Saya yang sangat bersemangat nungguin Studio One dan download demonya pada hari pertama dia dirilis, masih ngedrop gara-gara dia belum support video sync, sesuatu yang mutlak ada jika kita ingin membuat musik untuk iklan TV atau film misalnya. Pada versi 1.5-nya mereka sudah menambahkan fitur ini, tapi saya rasa saya akan memilih menunggu hingga versi 2 atau lebih.
Virtual Instruments

Virtual Instrument adalah plugin untuk menghasilkan suara instrument. Misalnya suara drums, bass, brass dan sebagainya. Ada dua platform yang akan kita gunakan dengan menggunakan sistem ini; VSTi dan AU. Saya akan membahas hanya VSTi, platform AU tidak mengharuskan kita memilih sebab semua bawaan Logic Pro dengan platform ini sudah memberikan pilihan yang cukup luas.
VSTi pilihan saya adalah Kontakt. Dengan sound library bawaan sebesar 43 GB yang hampir semua terdengar “jadi” plus banyaknya nama-nama besar di dunia pembuat sound atau VSTi lain yang membuat produk mereka dengan engine Kontakt, sound library Kontakt menjadi sangat kaya dan akan terus bertambah. Kontakt juga mendukung platform AU yang berarti juga akan sepenuhnya kompatibel dengan Logic Pro.
Beberapa virtual instruments lain yang keren menurut saya adalah:
- Addictive Drums: Virtual drum dengan sound yang bagus dan mudah digunakan.
- Pianoteq: Virtual piano dengan suara yang real dan loadingnya sangat cepat (ukuran aplikasinya cuma 25MB).
- Stylus RMX: loop player dengan fitur-fitur menarik, misalnya hanya dengan sekali klik bisa membuat ketukan sebuah drum-loop menjadi 1/2-nya, dua kali lipatnya, dan seterusnya.
Memilih Virtual Effects

Virtual effects adalah plugin yang berfungsi untuk memodif suara instrument atau vokal. Distorsi, delay, EQ, reverb, compressor dan lain sebagainya masuk dalam kelompok ini. Plugin yang diaktifkan didalam DAW ini mempunyai banyak format; VST (Virtual Studio Technology, format yang dikembangkan oleh Steinberg, perusahaan yang membuat Cubase dan Nuendo), AU (Audio Units, Apple/Logic) Audiosuite (Digidesign/Pro Tools) dan beberapa lainnya. Saya akan fokus ke dua format yang saya sebutkan paling awal, sebab kita akan menggunakan Cubase dan Logic.
Waves Bundles adalah paketan efek yang sudah bisa memenuhi semua kebutuhan dasar kita tentang efek, baik untuk keperluan mixing maupun mastering, dengan template-template yang relatif siap-pakai.
Beberapa virtual effect lain yang keren:
- Guitar Rig: Efek ampli dan distorsi gitar.
- iZotope Ozone: Efek-efek mastering dalam satu plugin dengan template yang relatif siap-pakai.
- Auto-Tune: Efek vokal di “Believe”-nya Cher, “Only God Knows Why” (Kid Rock), “Online” dan “Kaskus Anthem” (Saykoji).
- Melodyne: Pemroses vokal seperti Auto-Tune dengan fitur yang lebih lengkap dan lebih mudah digunakan untuk membetulkan vokal yang fals.
Segitu dulu tulisan saya, nanti kalo ada yang kurang akan saya update lagi. Kalo ada pertanyaan silahkan tulis komentar kamu disini, thanks!
12 Apr 2010
Category: Making Music
Secara garis besar, DAW dan VST dan VSTi adalah tiga jenis software yang kita perlukan untuk membuat musik.
- DAW, atau kepanjangannya Digital Audio Workstation, adalah software yang memiliki kemampuan merekam audio dan MIDI, sekaligus menjadi induk dari plugin-plugin VST dan VSTi.
- VST adalah effect atau perubah suara instrumen/vokal. Distorsi, delay, equalizer, reverb dan lain-lainnya masuk dalam kelompok VST.
- VSTi (Virtual Studio Technology Instrument) adalah software yang menghasilkan suara instrumen misalnya drums, keyboard, bass dan sebagainya.
Ada banyak pilihan untuk masing-masing jenis tersebut. Berikut ini nama-nama yang saya sarankan untuk masing-masing kelompok itu.
- DAW: Nuendo atau Sonar untuk Windows, Cubase atau Logic untuk Mac.
- VST: banyak sekali pilihannya, tapi saya menyarankan salah satu dari bundling Waves ini karena selain cukup lengkap, setiap efek juga sudah dilengkapi dengan template yang relatif siap-pakai.
- VSTi: juga sangat banyak pilihannya, dan pilihan saya adalah Kontakt dari Native Instruments sebab memiliki dukungan yang sangat luas. Artinya dengan menggunakan Kontakt, kita juga bisa membuka soundbank dari banyak VSTi lainnya.
Selain nama-nama yang saya sebutkan ini, masih banyak nama-nama lain diluar sana yang jumlahnya terus bertambah.
Saya membuat tulisan ini sebagai acuan awal perjalanan Anda di digital audio recording. Setelah Anda masuk kedunianya, Anda akan menemukan sendiri apa yang paling tepat yang sesuai dengan keperluan Anda.
Tapi semua software yang saya sebutkan dalam guide ini sudah bisa dan layak untuk digunakan sebagai alat utama untuk produksi musik dari awal hingga akhir. Istilah kerennya mungkin “standard industri”, sebab banyak musisi baik lokal maupun internasional menggunakannya, dari home studio hingga studio rekaman profesional
Selamat berkarya!
21 Feb 2010
Category: Making Music, Music, Music 2.0, Xtras
Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Ini adalah satu dari sangat sedikit lagu saya yang saya dapatkan dari langit. Saya tidak melakukan apa-apa, saya cuma tidur dan begitu bangun, dikepala saya sudah ada susunan nada dan lirik untuk bagian awal chorus lagu ini.
Meski mendapatkan dengan mudah, saya cukup kesulitan untuk menyelesaikannya, dan apa yang Anda dengar ini, satu bagian chorus saja, adalah apa yang bisa saya lakukan untuk menyelesaikannya sejauh ini.
Seluruh proses pembuatan musik dan perekaman vokalnya saya lakukan di netbook Dell Mini 10v yang saya install Mac OS X dan Cubase AI 4 dengan sound library dari Colossus yang dibaca dengan Kontakt. Tanpa menggunakan alat tambahan kecuali headphone. Ya, saya merekam vokalnya dengan built-in mic yang ada disamping webcam itu.
Saya membeli netbook ini untuk keponakan saya, Tika, sebagai hadiah juara kelas. Tapi karena dia minta pengirimannya diundur hingga selesai ujian, takut mengganggu belajar katanya, jadi deh saya punya waktu leluasa untuk melakukan eksperimen.
Instalasi Mac OS di hardware PC biasa ini (atau biasa disebut dengan hackintosh) memang sudah saya rencanakan sebelumnya, tapi mencoba aplikasi audio di laptop mungil dengan prosesor Intel Atom dan memori yang cuma 1GB ini adalah sesuatu diluar rencana awal.
Saya tidak terlalu kaget dengan lebih stabil dan ringannya Mac OS dibanding Windows, sebab instalasi ini bukan yang pertama buat saya. Bukan sebuah kejutan jika setelah “menjadi Mac”, saya bisa lebih leluasa menjalankan beberapa aplikasi tanpa terasa berat; misalnya mengaktifkan browser, YM dan memutar video mp4 sekaligus. Bandingkan dengan saat masih dilingkungan OS Windows 7 Starter bawaannya; hanya dengan membuka satu file video (yang ironisnya itu bawaan OS-nya), si mungil ini sudah tidak bisa membuka software lain sebab mulai patah-patah dan terasa berat.
Bukan sebuah kejutan, sebab semua sistem yang saya install Mac, hasilnya selalu lebih stabil dan ringan.
Satu yang mengejutkan saya adalah saat saya mencoba merekam suara saya. Tanpa merubah setting apapun, saya bisa memonitor suara saya tanpa latency dengan soundcard onboard, sesuatu yang selalu menjadi masalah di Windows, versi manapun, dengan bantuan ASIO4All sekalipun.

"I was wrong the other day, sorry.."
Hasilnya adalah lagu ini, tentu Anda bisa membuat lagu yang jauh lebih bagus dengan alat yang sama. Dengan Colossus, kita juga bisa menambahkan suara instrumen apa saja, asal netbooknya belum minta ampun (lagu yang Anda dengar ini memiliki 5 trek instrumen dan 1 trek vokal, dan masih melenggang dengan mulus, masih mungkin ditambahi lagi).
Tentu kita tidak bisa memperlakukan netbook ini seperti sebuah desktop PC yang memiliki prosesor dan memori berlimpah, kita juga tidak bisa berharap suara yang kita rekam menggunakan built-in mic ini sekelas dengan hasil rekaman di sebuah studio rekaman profesional (menambahkan USB mic seharga 1 jutaan seperti Blue Snowball pasti akan sangat meningkatkan kualitasnya), tapi sebagai alat portable untuk mengkonsep lagu dan aransemen, netbook ini sudah lebih dari cukup. Tentu dengan masih memiliki fungsi awalnya sebagai netbook; internet dan ketik-mengetik.
Oya, ini liriknya:
Aku hanya ingin memelukmu sehangat-hangatnya
Hingga kau tertidur
Ingin hitung nafasmu hingga kau terbangun
Untuk kukecup
Note:
Saya ngikutin guide ini untuk nginstall, minus bagian dual boot-nya, plus beberapa sumber lain untuk beresin masalah-masalah kecil seperti masalah “hibernate image”.
Previous Older Entries