Aku Menyesal

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Download: The Bije - Aku Menyesal

Ada saatnya
Aku lelah dan buntu
Hingga mungkin saja
Aku lepas kendali dan melukaimu

Prechorus:
Dan ya.. kutau ini sulit untukmu
Dan ya.. aku hanya ingin kamu tau

Chorus:
Aku menyesal
Aku yang berlebihan
Aku menyesal
Aku yang berlebihan

Kini kamu boleh hukum aku
Dengan cara terkejam yang kau miliki
Tapi kamu harus janji
Setelah puas kamu akan asik lagi

Prechorus
Chorus
Chorus

Music, lyrics, arranged, performed & produced by Harry Hapsoro
Blocking pad on choruses by Adhita Wiadi
Recorded at The Dons

CC 2010 Harry Hapsoro Agung Wibowo Music.
All Rights Reserved.

Rapuh

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Download: The Bije - Rapuh

Entah dengan cara apa lagi harus kulawan segala indahmu
Setelah segenap keangkuhan itu tak lagi mampu melindungiku
Bagaikan sihir yang terlalu kuat segalamu mengurungku
Tak peduli berlindung dimana, pengaruhmu tetap ada

Chorus:
Semakin lama aku bertahan
Semakin sakit kurasakan
Semakin jauh aku berlabuh
Aku rapuh

Pemberontakan akal sehatku menemui jalan buntu
Terjebak dalam dinding didalam dinding tanpa terlihat sebuah pintu
Menyudutkanku pada sudut teruncing dan merampas ruang gerakku
Seperti sebuah mimpi buruk, hanya saja lebih buruk

Chorus
Intelude
Chorus
Chorus

Music. lyrics, arranged, produced and performed by Harry “Bije” Hapsoro
Guitars by Darwin BOR
Drum loop extra layer on choruses and interlude by Krisna Prameswara
Recorded at Todung Pandjaitan’s Home Studio

CC 2010 Harry Hapsoro Agung Wibowo Music.
Some Rights Reserved.

Some Rights Reserved

Hanya Ingin

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Download: Harry Hapsoro - Hanya Ingin

Ini adalah satu dari sangat sedikit lagu saya yang saya dapatkan dari langit. Saya tidak melakukan apa-apa, saya cuma tidur dan begitu bangun, dikepala saya sudah ada susunan nada dan lirik untuk bagian awal chorus lagu ini.

Meski mendapatkan dengan mudah, saya cukup kesulitan untuk menyelesaikannya, dan apa yang Anda dengar ini, satu bagian chorus saja, adalah apa yang bisa saya lakukan untuk menyelesaikannya sejauh ini.

Seluruh proses pembuatan musik dan perekaman vokalnya saya lakukan di netbook Dell Mini 10v yang saya install Mac OS X dan Cubase AI 4 dengan sound library dari Colossus yang dibaca dengan Kontakt. Tanpa menggunakan alat tambahan kecuali headphone. Ya, saya merekam vokalnya dengan built-in mic yang ada disamping webcam itu.

Saya membeli netbook ini untuk keponakan saya, Tika, sebagai hadiah juara kelas. Tapi karena dia minta pengirimannya diundur hingga selesai ujian, takut mengganggu belajar katanya, jadi deh saya punya waktu leluasa untuk melakukan eksperimen.

Instalasi Mac OS di hardware PC biasa ini (atau biasa disebut dengan hackintosh) memang sudah saya rencanakan sebelumnya, tapi mencoba aplikasi audio di laptop mungil dengan prosesor Intel Atom dan memori yang cuma 1GB ini adalah sesuatu diluar rencana awal.

Saya tidak terlalu kaget dengan lebih stabil dan ringannya Mac OS dibanding Windows, sebab instalasi ini bukan yang pertama buat saya. Bukan sebuah kejutan jika setelah “menjadi Mac”, saya bisa lebih leluasa menjalankan beberapa aplikasi tanpa terasa berat; misalnya mengaktifkan browser, YM dan memutar video mp4 sekaligus. Bandingkan dengan saat masih dilingkungan OS Windows 7 Starter bawaannya; hanya dengan membuka satu file video (yang ironisnya itu bawaan OS-nya), si mungil ini sudah tidak bisa membuka software lain sebab mulai patah-patah dan terasa berat.
Bukan sebuah kejutan, sebab semua sistem yang saya install Mac, hasilnya selalu lebih stabil dan ringan.

Satu yang mengejutkan saya adalah saat saya mencoba merekam suara saya. Tanpa merubah setting apapun, saya bisa memonitor suara saya tanpa latency dengan soundcard onboard, sesuatu yang selalu menjadi masalah di Windows, versi manapun, dengan bantuan ASIO4All sekalipun.

"I was wrong the other day, sorry.."

Hasilnya adalah lagu ini, tentu Anda bisa membuat lagu yang jauh lebih bagus dengan alat yang sama. Dengan Colossus, kita juga bisa menambahkan suara instrumen apa saja, asal netbooknya belum minta ampun (lagu yang Anda dengar ini memiliki 5 trek instrumen dan 1 trek vokal, dan masih melenggang dengan mulus, masih mungkin ditambahi lagi).

Tentu kita tidak bisa memperlakukan netbook ini seperti sebuah desktop PC yang memiliki prosesor dan memori berlimpah, kita juga tidak bisa berharap suara yang kita rekam menggunakan built-in mic ini sekelas dengan hasil rekaman di sebuah studio rekaman profesional (menambahkan USB mic seharga 1 jutaan seperti Blue Snowball pasti akan sangat meningkatkan kualitasnya), tapi sebagai alat portable untuk mengkonsep lagu dan aransemen, netbook ini sudah lebih dari cukup. Tentu dengan masih memiliki fungsi awalnya sebagai netbook; internet dan ketik-mengetik.

Oya, ini liriknya:

Aku hanya ingin memelukmu sehangat-hangatnya
Hingga kau tertidur
Ingin hitung nafasmu hingga kau terbangun
Untuk kukecup

Note:
Saya ngikutin guide ini untuk nginstall, minus bagian dual boot-nya, plus beberapa sumber lain untuk beresin masalah-masalah kecil seperti masalah “hibernate image”.

Selamanya (+ 1 Hari)

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Download

Verse 1:
TUHAN pasti dalam mood yang terbaik saat menciptakanmu
Jika tidak tak mungkin kau kan sesempurna itu
Kamu 9 pada skala 10

Chorus:
Hanya kau yang mampu membuat jantungku bekerja
7 kali lebih keras dari yang seharusnya
Sekekanak-kanakan gugupnya cinta pertama rasanya

Verse 2:
Memang tak mudah bagi siapapun untuk mengendalikanku
Dan kaulah yang selama ini terbaik dalam hal itu
Aku menyerah dalam birumu

Chorus

Bridge:
Selamanya mungkin belum cukup waktu untuk kita
Aku ingin lebih lama lagi bersamamu
Mungkin selamanya tambah 1 hari

Words, music and everything else by Bije
CC 2009 Harry Hapsoro Agung Wibowo
Some Rights Reserved.

Some Rights Reserved

Polok Kodok

Fergie - London Bridge Single

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Embuh wis ping piro to coba
Nyerang aku kaya du bala
Ra jelas apa masalahmu
Tapi sing pasti dadi lucu

Jarene sak tim tapi kok malah nggriseni
Blas ra medeni rasane mung dadi keri
Ngagetke ngerti kwalitasmu mung semono
Digadang-gadang malah mletho

CHORUS:
Mung tekan polok
Tur polok kodok
Mung tekan polok, banjirmu ra marai kelelep
Tur polok kodok, tak nggo keceh wae ra genep

Banjir, yen diumpamake banjir..

Music, arranged, performed & produced by Bije
Lyrics by Ponco Seto, MS “Koko” Handoko & Bije
Recorded at Studio Warna.

© 2009 Ponco Seto Music, MS Handoko Music, Harry Hapsoro Agung Wibowo. All Rights Reserved.

Behind the Scene:

Lagu ini saya bikin tahun 2004 dan saya rekam tahun itu juga. Belum semua bagian lagunya terekam, masih banyak kerjaan untuk menyelesaikannya.

“Polok Kodok” adalah lagu berbahasa Jawa kedua yang saya tulis. Yang pertama judulnya “Aku Kudu Piye”, malah belum sempet direkam sama sekali.

Ada menariknya nulis lirik dalam bahasa Jawa. Saya menemukan banyak kata dengan satu suku kata disini, atau kata dengan dua suku kata yang bisa disingkat menjadi satu saja. Misalnya (u)wis, ping, to, (du)du, (o)ra dan seterusnya. Ini membuat kerjaan ngepas-ngepasin kata kedalam lagu menjadi lebih mudah.

Lagu ini memiliki kemiripan dengan single “London Bridge“-nya Fergie di bagian verse, tapi lagu ini saya tulis lebih dulu dari lagu itu. Jadi, Fergie dulu masuk kamar saya, lalu yang ter-influence sama saya ;)

Previous Older Entries