Sekarang ini saya hampir tidak pernah menggunakan Microsoft Office lagi, untuk urusan ketik-mengetik dan excel-mengexcel saya sudah menggunakan Google Docs.
Karena memang jauh dari dunia perkantoran, buat saya Google Docs sudah memiliki semua fitur yang saya perlukan dari sebuah aplikasi office. Tapi sayangnya mereka belum menyediakan layanan semacam Microsoft Visio jika saya ingin menggambar denah rumah atau semacamnya.
Ada beberapa layanan online untuk keperluan itu, misalnya Gliffy, Project Draw dan FloorPlanner.
Saya langsung berhenti mencoba dua nama yang saya sebut pertama begitu tau keduanya tidak memiliki fitur “auto-pasang” jika kita mau masang pintu atau jendela pada sebuah dinding. Kita harus manual ngepasin pintu dan jendela ke dinding, tidak cukup dengan drag and drop.
Selain itu, tampilan keduanya juga lawas, malah yang Project Draw cenderung berkesan horror.
Berbeda dengan Gliffy dan Project Draw, FloorPlanner membuat saya nyaman menggunakannya, layanan berbasis Flash yang dikembangkan oleh sebuah perusahaan dari Belanda ini juga memiliki tampilan yang modern dan relatif lebih ramah-mata.
Selain auto-pasang, jika kita klik pintu kita, kita juga akan memiliki pilihan untuk menentukan lebar pintu, arah bukaan daun pintu (masuk atau keluar sebuah ruangan) dan letak engsel (kiri atau kanan).

FloorPlanner Standard Door
Cukup mudah menggunakannya, dalam 15 menit pertama saya sudah asik merancang, dan bukan masih sibuk mencari tau tombol ini fungsinya apa misalnya.
Berikut ini hasil awur-awuran saya:
Hebatnya lagi, apa yang kita gambar di FloorPlanner secara 2 dimensi, akan otomatis tersedia versi 3D-nya:

FloorPlanner 3D
Belum sempurna memang, saya mengalami kesulitan untuk mengendalikan mouse saat ingin melihat rancangan rumah saya dari posisi duduk di sofa misalnya.
Tapi untuk sebuah layanan gratis (mereka juga menyediakan account berbayar dengan harga mulai $ 27,5 per bulan), saya rasa ini sudah sangat hebat. Bahkan beberapa fiturnya, misalnya 3D, tidak saya temukan di Visio. Jadi buat saya untuk keperluan merancang rumah, peran Visio-pun sudah tergantikan. Sorry Bill..
Update:
Barusan saya nyobain account Pro yang gratis selama satu bulan. Semua berfungsi penuh; bisa mendesain hingga 20 plans, bisa export sebagai JPG atau PNG hingga resolusi maksimum 2800 x 2100px!
Ini hasil dari fitur “Export Image” yang tidak saya dapatkan di free account (di screenshoot awur-awuran itu saya menggunakan aplikasi screen capture):















Wah, keren sekali FloorPlanner. Tampilan 3Dnya bakal sangat membantu!