PreSonus Studio One: DAW Baru yang Layak Ditunggu

PreSonus Studio One Logo

PreSonus Studio One adalah Digital Audio Workstation (DAW) baru untuk Mac dan Windows, dilengkapi dengan 28 plugins bawaan dengan tampilan layout mirip Logic.

Terdengar standard ya? Tunggu, baca dulu fitur-fitur andalannya…

Built-in Browser
PreSonus mengklaim bahwa browser didalam Studio One akan memudahkan kita mengakses dan mengaktifkan audio loop, effect dan virtual instrument semudah kita menggunakan mouse.

Drag and Drop
Ini luar biasa, hanya dengan drag and drop dari built-in browser kedalam lagu kita, maka otomatis sebuah effect, virtual instrument dan audio loop akan langsung aktif dan siap pakai.

Untuk effect dan audio loop mungkin tidak terlalu mengagetkan, yang gila virtual instrumentnya. Meminjam istilah mereka sendiri, PreSonus telah berusaha keras untuk tidak menghalangi proses kreatif kita dengan otomatis me-load instrument yang kita mau sekaligus membuatkan MIDI track dan meng-enable record untuk track itu. Kebayang ribetnya harus pencat-pencet sekian kali di beberapa tempat untuk melakukan ini di Nuendo.. (doh)

Mastering Integration
Kita nggak perlu mixdown dan membuka hasilnya di software mastering macem WaveLab atau SoundForge, semua bisa dilakukan di dalam Studio One. Kemaniakan orang-orang PreSonus dengan drag and drop masih berlanjut disini; drag file “Song” ke dalam “Project” dan Studio One akan melakukan mixdown otomatis terhadap lagu kita untuk menghasilkan “Master”.. DANNNNN… perubahan apapun yang kita lakukan terhadap “Song” otomatis juga akan ter-update ke bagian “Master”-nya!! (worship)

UPDATE: Ternyata tidak auto-update, kita harus pencet tombolnya secara manual (Studio One akan ngingetin kita jika ada perubahan di multitracknya), tapi tetep, ini feature terobosan yang memudahkan dan hebat.

PreSonus Studio One

PreSonus Studio One

Dengan segudang fitur plus tampilan yang nggak ribet, saya rasa Studio One akan mampu bersaing dengan ProTools, Nuendo, Sonar, Logic dan DAW lain yang sudah lebih dulu memilki fans masing-masing.

Plus lagi “tabbed browsing” yang akan sangat memudahkan kita untuk berpindah dari satu fitur ke fitur lainnya (ingat saat dulu Firefox membebaskan kita dari kekangan “satu window satu halaman” itu?), saya harap dia benar-benar akan membuat musisi bisa fokus di bikin musik, bukan di tools.

Links:
Studio One di website PreSonus
PreSonus Channel di YouTube

Previous Next

7 Comments (+add yours?)

  1. kale
    Aug 31, 2009 @ 11:33:57

    hai aq jg musisi yg bth software begituan,studio one bisa g bwt input ke digital tnpa menggunakan hardware sound card yg asli..?sblmnya thx jwbnya :-)

    Reply

    • theBIJE
      Sep 01, 2009 @ 04:33:06

      Bisa, PreSonus Studio One juga bisa digunakan dengan soundcard selain buatan PreSonus.

      Reply

  2. budel
    Sep 26, 2009 @ 18:08:47

    kaya FL ya bro…drag n drop dari browser’a (rock)

    Reply

    • theBIJE
      Sep 28, 2009 @ 14:39:35

      Oya? Ini kabar bagus dari Fruity Loops. Udah bertahun-tahun nggak nyentuh..

      Reply

  3. budel
    Mar 11, 2010 @ 23:57:03

    maen maen bro thebije kerumah ane : http://kask.us/900307

    - Geng Fruity Loops Indonesia -

    Reply

  4. iyan
    Aug 16, 2010 @ 15:13:52

    Meluuuu eh Ikut . mampir dulu ah. :D hehehe

    Reply

Leave a Reply