Ayolah Propellerhead, Dewasalah!
01 May 2009 No Comments
Category: Making Music

Saya meninggalkan Reason, software andalan Propellerhead, saat dia memasuki versi ke 4.
Ngeselin, versi yang itu sangat memanjakan electronic musician dan seolah melupakan musisi yang ingin tetap mempertahankan suasana live di lagu-lagu yang kami bikin di Reason.
Lebih ngeselinnya lagi, mereka bahkan nggak ngasih respon saat saya ngeluh tentang ini di forumnya! ![]()
Apa mereka nggak inget dulu saya mau-maunya sampai dua minggu download refill versi pertamanya?! (Kejadiannya deket-deket tahun 2000, waktu itu download file berukuran 600MB memang makan waktu segitu).
Tapi hari ini saya baca desas-desus bahwa akan ada sesuatu yang besar dari mereka.
Apakah ini berarti mereka akan merilis Reason 5 yang membuat senang nggak cuma electronic musician? Entahlah, apapun itu, ayo Propellerhead, gimme your best shot!
Update:
Surprise, surprise.. sesuatu yang baru dari Propellerhead itu ternyata Record, sebuah Digital Audio Workstation.
Tampilannya sangat mirip Reason, bahkan terkesan ini hanya perekam audio sebagai pelengkap Reason, sebuah fitur yang sudah dimiliki kompetitor langsung Reason, FruityLoops, didalam FruityLoops itu sendiri, sejak beberapa tahun lalu..
BTW tadi sore seorang temen nanya kenapa saya “musuhan” sama Reason.
Saya bilang gini; Reason udah jauh ketinggalan. Misalnya modul ReDrum-nya, setelah memiliki keunggulan dikemudahan pembuatan patternnya, sepertinya mereka puas berhenti disitu.
Mereka tidak mengembangkan masing-masing channelnya untuk mendukung velocity-layering, sebuah keunggulan yang sudah menjadi standard bagi VSTi pembuat drum seperti EZdrummer atau Addictive Drums misalnya.
Dengan layering itu, saat kita mukul snare pelan maka suara yang keluar adalah sample suara dari sebuah snare yang dipukul pelan, bukan sample snare yang dipukul kenceng yang volume-nya aja yang dipelanin.
OK NN-XT bisa layering, tapi itu ngajak balik lagi ke ribetnya bikin perintah MIDI di Piano Roll kan?
Leave a Reply
RSS


