
Dua hari yang lalu, untuk pertama kalinya saya benar-benar bersentuhan dengan Linux. Memang sekitar setahun yang lalu saya pernah mencobanya, tapi sangat sebentar, jadi bisa dibilang saya belum menyentuhnya saat itu.
Seperti kita tau, Linux adalah Operating System semacam Windows tapi gratis dan opensource. Kita bebas menggunakannya tanpa rasa bersalah, dan kode-kode programnya juga dibuka untuk umum hingga jika berminat, siapa saja bisa ikut mengembangkannya.
Salah satu contoh software opensource yang paling populer adalah Firefox, sebuah browser yang karena keterbukaan kode-kodenya dan kebaikan orang-orang yang mengembangkan, telah membuat kita bisa menikmati fitur-fitur yang “lebih dari sekedar browser”. Jika belum, silahkan pergi kesini untuk menikmati fungsi-fungsi yang bisa ditambahkan ke Firefox yang akan membantu kita dalam mendownload hampir apa saja dari internet.
Kembali ke Linux..
Awalnya saya berkenalan dengan Imron Fauzi (Roim) dari AirPutih via email, saya katakan padanya bahwa saya adalah musisi yang sudah membagi musik saya secara free dan juga akan membaginya dalam bentuk musik opensource. Saya juga bilang bahwa saya tertarik untuk belajar aplikasi opensource Linux untuk audio recording.
Dia kemudian mengundang saya untuk datang ke kantornya, dan setelah ngobrol sedikit, lalu mulailah saya mencoba Linux, tentu dengan bimbingan Roim dan teman-teman disana.
Sesuatu yang paling berkesan pada saat pertama saya mencoba Linux adalah fasilitas “Add-Remove Program”-nya. Karena Linux berbasis opensource, maka kita bebas menambahkan software apa saja, dan itu semua itu bisa dilakukan secara online! Bisa dibayangkan akan ada begitu banyak software yang bisa kita install, dan sekali lagi gratis.
Prosesnyapun sangat simple, kita tinggal search nama software-nya, tunggu sebentar hingga Linux menemukannya, dan install dengan satu dua klik sederhana. Menurut saya cara ini lebih simple daripada “Add-Remove Program”-nya Windows (XP).
Berhubung paket Ubuntu Studio yang berisi software-software audio yang rencananya akan saya gunakan untuk belajar belum tersedia, maka saya menggunakan Ubuntu (saja, tanpa “Studio”), dan pada hari pertama itu saya lebih banyak menghabiskan waktu untuk menginstall software-software Linux untuk rekaman musik.
Beberapa yang saya install adalah Ardour (semacam SONAR atau Nuendo di Windows), Hydrogen (FruityLoops), dan Rosegarden (SONAR, Nuendo).
Saya langsung mencoba software yang saya install. Saya akan bercerita tentang itu dalam tulisan selanjutnya.














