Hampir semua lagu yang beredar di pasaran sekarang berlomba untuk terdengar sekeras mungkin. Caranya adalah dengan membuat perbedaan antara bagian yang paling lembut dan bagian yang paling keras menjadi sedekat mungkin. Cara ini tentu akan mengurangi dinamika atau “naik turunnya” lagu.
Dibawah ini video yang dengan sangat bagus menjelaskan hal itu:
Ada kampanye yang memberi dukungan kepada musisi untuk berani membuat rekaman yang lebih memiliki dinamika dan tidak melulu berusaha unggul dalam loudness war itu, namanya Turn Me Up!™.
Aneh ya namanya? Ngasih dukungan untuk berani tampil pelan, tapi kok dengan ungkapan yang kurang lebih artinya “kencengin!”? Itu seperti kampanye anti global warming dengan motto “panasin!”
.
Tapi ternyata ungkapan itu ditujukan untuk pendengar musik, bukan untuk yang bikin musik. Jadi saat musisi nanti sudah “membawa dinamika kembali ke musik”, yang perlu dilakukan oleh pendengar musik untuk “menerimanya” hanyalah mengeraskan volumenya, sesederhana itu.





















