Jika ada saat bagi setiap hati untuk menyerah tanpa syarat
Maka aku sampai waktuku
Sebab s’gala cara telah kucoba untuk melawan dan menghindar
Semua tak berarti atasmu
Setiap jengkal malamku, setiap celah hariku
Ada dibawah jajahanmu
Jika ada saat bagi setiap hati untuk menyerah tanpa syarat
Maka aku sampai waktuku
CHORUS:
Sesuatu tentangmu benar-benar membunuhku
Membawaku ke tempat yang tak pernah kutau
Sesuatu yang kau punya telah membuatku gila
Menjadikanku orang yang sama sekali beda
Sekeras apapun aku berjuang untuk berhenti memikirkanmu
Tetap aku tak pernah mampu
Sebab setiap ruang dalam otakku dipenuhi oleh bayang-bayangmu
Yang tak pernah berhenti menerorku
BRIDGE:
Aku tak punya pilihan
Perang ini tak mungkin aku menangkan
CHORUS
Music, arranged, performed & produced by Bije
Lyrics by Bije & Natalia Novita
Produced by Bije & Iqbal Rekarupa
Keyboards: Eddie Triana & Bije
Backing vocal on the last chorus: Darwin Bor
Vocals recorded at The Kords & Imran’s Home Studio, the rest of the tracks at The Golden Globe & Tombstone Studio.
CC 2007 Harry Hapsoro Agung Wibowo Music, Natalia Novita Music.
Some Rights Reserved.
Behind the Scene:
Pada versi sebelumnya kalimat pertama dari lagu ini gini; “Jika ada saat bagi setiap lelaki untuk menyerah tanpa syarat maka aku sampai waktuku”.
Trus satu saat temen saya Natte (cewek) pernah coba nyanyiin dan kata “lelaki” itu tentu jadi nggak pas buat dia. Spontan dia waktu itu bilang “hati” untuk gantiin kata itu. Thanks untuk idenya Nat.
Sebuah kebetulan, saat Accent bersedia mensponsori penggandaan CD gratis The Bije. Mereka (diwakili Bu Neni waktu itu) juga nggak nyaman dengan kata “lelaki” sebab seperti kita tau Accent adalah produk baju untuk cewek. Jadi deh, saya bikin versi “unisex” untuk lagu ini.























my only comment is “Haahaha…”
Lo tau deh maksud gw mas…
iya lah, lagu lo berhak jadi milik semua orang.