Tak Tau Yang Kumau
31 Mar 2008 5 Comments
Category: Music
Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.
Verse 1:
Setiap kutemui bayangmu menari-nari di otakku
Ada semacam sihir yang menguasaiku yang membawaku kearahmu
Perang abadi tanpa pemenang didada terus berderang
Selalu gagal setiap kucoba mendamaikan, mungkin aku ketagihan
Prechorus:
Tapi aku tau dan kamu tau ini tak semudah yang kita inginkan
Tapi lagi-lagi ku tak peduli terus kucoba melawan dan melawan
Chorus:
Entahlah, ku tak tau yang kumau
Entahlah, ku tak tau yang kumau
Verse 1
Prechorus
Chorus
Chorus
Written, arranged, produced & performed by Bije.
All tracks recorded at The Golden Globe.
CC 2008 Harry Hapsoro Agung Wibowo Music.
Some Rights Reserved.
Behind the Scene:
Sebenernya ini lagu lama, tapi baru ada dorongan untuk masang disini setelah begadangan sama my big lil bro Dimas (ini adik saya tapi badannya jauh lebih guede dari saya, makanya panggilannya “big little”). Dia nyebut tiga lagu saya yang paling dia suka, dan ini adalah salah satunya.
Liriknya sederhana; cinta=bingung. Bukan lagu yang tepat untuk iklan minuman berdosa bersoda itu, tapi mungkin tepat untuk iklan air putih anget ![]()
Secara lagu, terutama disetiap awal verse, saya dapet inspirasi dari lagu hebat karangan Bill Withers “Ain’t No Sunshine“.
5 Comments (+add yours?)
Leave a Reply
RSS





Jul 19, 2008 @ 13:06:56
lagu ini rekamane ga serius ya…?
Jul 19, 2008 @ 13:33:46
Maxotlo..?
Jul 19, 2008 @ 17:47:48
abisnya km nyanyine ga serius…di awal lagu kaya ga niat ..liat pas ngucapin yg membawaku kearahmu …se 7 ?
Jul 19, 2008 @ 20:52:57
Ga, itu serius.
Jul 20, 2008 @ 18:45:15
Lho, kok nggak berlanjut? Kesannya jadi aku marah-marah
Yang bener gini Man, aku nggak merencanakan kesan maen-maen dibagian itu. Tapi jika akhirnya kesan itu yang kamu tangkap, ya ga papa.
Beberapa hari yang lalu, saat melakukan apresiasi atas lagu-laguku, seorang temen juga mengartikan lain lirik yang aku tulis. Di lagu “Jatuh”, dia pikir kata-kata yang aku gunakan disitu adalah simbol untuk sesuatu dan bukan orang.
Intinya, orang bebas mengartikan apa saja menurut kesan yang ditangkapnya, itu yang bikin asik kan? Dengan itu sebuah lagu malah bisa begitu personal.