Meng-undo Kesalahan Masalalu
09 Feb 2008 2 Comments
Category: Music 2.0
Ditangan internet, music sharing menjadi hal yang tidak bisa dihentikan. Kita bisa mendapatkan dan berbagi mp3 gratis dari artis manapun, sebaru apapun. Dulu kita kenal Audio Galaxy, lalu Napster, Kazaa, Limewire, Multiply dan seterusnya. Penyedia layanan itu kemudian biasanya dimusuhi oleh label-label rekaman, dituntut dan pada akhirnya ditutup, tapi itu hanya untuk menunggu munculnya layanan baru (yang akhirnya ditutup lagi).
Tapi sekarang sepertinya pengulangan yang nggak asik itu akan berakhir dengan indah, ini seperti sebuah kesalahan yang di-undo. Jika dulu label gagal memanfaatkan momen saat pertama kali sharing musik di internet marak sebab bukannya merangkul penyedia layanan tapi justru memusuhinya (yang kita tau hasilnya tidak ada yang menang), sekarang ada kecenderungan kuat bahwa mereka akan berdamai.
Ada beberapa istilah yang dipakai untuk mewakili model bisnis ini; ad-funded, ad-based, ad-supported dan mungkin masih ada beberapa nama lain tapi artinya sama; sebuah model bisnis dimana penggemar bebas download musik gratis, artis (dan label plus penyedia layanan) memperoleh penghasilan, dan sponsor mendapatkan ruang iklan. Berikut ini beberapa layanan yang menjalankan pola tersebut;
1. We7
Peter Gabriel ada di belakang layanan berpusat di Inggris ini. Musisi dan We7 mendapatkan penghasilan dari pemasangan iklan sponsor berupa potongan suara selama 10 detik pada awal lagu.

Berbeda dengan rata-rata komunitas musik online lain yang menerima semua karya musisi indie, We7 mengenal apa yang disebut dengan Tastemaker; pihak yang akan mereview lagu dan jika ratingnya bagus baru akan dipublish. Keanggotaan Tastemaker terbuka, begitu saya signup saya langsung bisa mereview lagu orang. Tapi agar lagu kita direview harus antri dulu, lagu saya sendiri sekarang dalam antrian ke 988 untuk direview ![]()
2. Qtrax


Sampai saat saya nulis ini, masih ada kesimpang-siuran tentang kesepakatan antara pihak label dengan Qtrax, bahkan dikabarkan tidak terjadi kesepakatan antara mereka. Tapi saya harap label-label jadi bergabung lalu meng-undo kesalahan masalalu itu, sebab sejauh yang bisa saya lihat pilihan mereka tidak banyak.
2 Comments (+add yours?)
Leave a Reply
RSS



Feb 12, 2008 @ 20:09:16
salam kenal BiJe…
nice site..
hmmm.. musik gratis ya?
efek nya jadi panjang deh..
label akan jadi mati dong…ato gak berkurang lah pendapatannya.. jadinya mrk akan bikin management artist utk artis2nya.. dan akan semakin si artis jd sapi perahan gak ya?
btw soal radiohead.. kalo baca di wired magz, dia diwawancarain sama david bryne(kalo gak salah eja.. dia mantan Talking Heads.. dr sana Radiohead ambil nama utk band nya)…thom bilang kalo pendapatan dr download lagu bebas di net, albumnya lumayan dpt bnyk pounds dr sana..
actually , radiohead tuh gak bilang free.. cuman bebas mau byr brp aja.. mau 1 pound pun OK2 aja…
Nah..dr situ mrk dpt gede juga… trus, buat nantinya, mrk akan rilis full album juga versi CD spt biasa.. hrgnya .. standart kalo gak salah..
kalo gw sih kepikiran.. knp gak di kasih potongan aja yg beli cd biasa itu, kalo dia dah dload…
soo.. kalo byr dload 2 pound, trus harga resmi cd nya 10 pound,jd org tsb tinggal beli seharga 8 pound..
nah.. dr data2 yg dload itu bisa jadi khan sbg fans base nya.. org2 spt itu rata2 loyal sama artistnya..
well… moga2 BiJe kasih terobosan soal ini di music industry Indonesia..
sooooo… keep rockingZZ dah BiJe
Feb 13, 2008 @ 20:52:06
Salam kenal kembali Masmasbaik, terimakasih atas kunjungan dan komentarnya.
Benar, musik gratis akan membawa efek yang panjang untuk semua pihak yang berada didalam lingkaran industri musik, termasuk didalamnya label rekaman. Dan saya setuju dengan pendapat Anda tentang kemungkinan bahwa label akan berkurang pendapatannya karena hal itu.
Saya rasa semua pihak harus mencari bentuk baru dari model distribusi musik. Seperti kita tau selain We7 dan Qtrax ada juga Imeem dan Last.fm yang melakukan pendekatan yang sama dalam ad-supported free music tapi dalam bentuk streaming, bukan download, hal yang untuk rata-rata koneksi kita sekarang adalah hal yang “tidak tersentuh”.
Menarik untuk mencoba ide Anda tentang discount harga CD untuk orang yang sudah download. Kita hanya perlu ngembangin sistem tracking-nya agar nggak ribet untuk user.
Terimakasih untuk update dari Wired dan untuk good wish-nya, segala yang terbaik juga untuk Anda. Tapi untuk melakukan terobosan itu pasti harus rame-rame, bagaimana kalo kita terusin diskusi terbuka disini? Mungkin dengan begitu kita bisa inspirasiin yang lain untuk ikutan gabung. Keep rocking!