Ditangan internet, music sharing menjadi hal yang tidak bisa dihentikan. Kita bisa mendapatkan dan berbagi mp3 gratis dari artis manapun, sebaru apapun. Dulu kita kenal Audio Galaxy, lalu Napster, Kazaa, Limewire, Multiply dan seterusnya. Penyedia layanan itu kemudian biasanya dimusuhi oleh label-label rekaman, dituntut dan pada akhirnya ditutup, tapi itu hanya untuk menunggu munculnya layanan baru (yang akhirnya ditutup lagi).
Tapi sekarang sepertinya pengulangan yang nggak asik itu akan berakhir dengan indah, ini seperti sebuah kesalahan yang di-undo. Jika dulu label gagal memanfaatkan momen saat pertama kali sharing musik di internet marak sebab bukannya merangkul penyedia layanan tapi justru memusuhinya (yang kita tau hasilnya tidak ada yang menang), sekarang ada kecenderungan kuat bahwa mereka akan berdamai.
Ada beberapa istilah yang dipakai untuk mewakili model bisnis ini; ad-funded, ad-based, ad-supported dan mungkin masih ada beberapa nama lain tapi artinya sama; sebuah model bisnis dimana penggemar bebas download musik gratis, artis (dan label plus penyedia layanan) memperoleh penghasilan, dan sponsor mendapatkan ruang iklan. Berikut ini beberapa layanan yang menjalankan pola tersebut;
1. We7

Peter Gabriel ada di belakang layanan berpusat di Inggris ini. Musisi dan We7 mendapatkan penghasilan dari pemasangan iklan sponsor berupa potongan suara selama 10 detik pada awal lagu.

Berbeda dengan rata-rata komunitas musik online lain yang menerima semua karya musisi indie, We7 mengenal apa yang disebut dengan Tastemaker; pihak yang akan mereview lagu dan jika ratingnya bagus baru akan dipublish. Keanggotaan Tastemaker terbuka, begitu saya signup saya langsung bisa mereview lagu orang. Tapi agar lagu kita direview harus antri dulu, lagu saya sendiri sekarang dalam antrian ke 988 untuk direview 
2. Qtrax

Berbeda dengan We7 yang berbasis web,
Qtrax adalah sebuah aplikasi Peer-to-peer macam Kazaa atau Limewire, kita harus menginstall softwarenya dulu sebelum bisa mulai download. Aplikasinya sendiri adalah modifikasi dari browser
Firefox plus desktop media player dari
Songbird hingga selain bisa download mp3 layaknya seperti klien P2P, kita juga bisa menggunakannya untuk browsing internet.

Sampai saat saya nulis ini, masih ada kesimpang-siuran tentang kesepakatan antara pihak label dengan Qtrax, bahkan dikabarkan tidak terjadi kesepakatan antara mereka. Tapi saya harap label-label jadi bergabung lalu meng-undo kesalahan masalalu itu, sebab sejauh yang bisa saya lihat pilihan mereka tidak banyak.