Ning.com – Jangan Cuma Punya Account di Friendster, Ayo Bikin Friendster Baru!

ning1.png

Kita sudah tau rasanya punya profil di Friendster atau MySpace, sekarang saatnya untuk cari tau rasanya jika kita membuat social network semacam itu. Dengan Ning kita bisa melakukannya.

Ning.com

Begitu kita register kita akan dikasih url dengan akhiran ning.com (misalnya thebije.ning.com), untuk memiliki domain tanpa akhiran “ning” kita bisa nambah layanan premium. Selengkapnya pilihannya seperti ini:

Ning Premium

Gimana, udah siap untuk jadi the next Tom?

Thanks to Iwan untuk sharing infonya.

Jalanin Bareng Reason dan SONAR

SONAR

Buka SONAR, klik Insert > ReWire Devices > Reason
Insert Reason in SONAR

Akan muncul pop up “Insert Soft Synth Options”, klik OK.
Insert Soft Synth Options

Reason akan otomatis muncul, pada saat yang sama di SONAR juga muncul Synth Rack, rak yang akan kita perlukan untuk memanggil soft-synth tertentu jika jumlahnya lebih dari satu (dari gambar Anda bisa lihat saya juga mengaktifkan EZdrummer selain Reason).
Synth Rack

Mulai sekarang Reason sudah bisa jalan bareng dan sinkron dengan SONAR, setiap perubahan tempo atau perubahan awal/akhir loop di SONAR akan ngefek juga di Reason dan begitu juga sebaliknya.

JamStudio.com – Punya Band Pengiring yang Nurut

JamStudio

Kemaren malem saya nemu JamStudio.com, website yang bagus untuk bantuin kita bikin lagu. Disana kita bisa susun urutan chord-chord yang kita mau, lalu mulai bersenandung diatasnya. Kalo dapet susunan nada yang enak, kita bisa merekam musik plus senandung kita itu ke HP atau alat perekam lainnya, tinggal ditambah lirik, jadi deh lagunya.

JamStudio

Ini rasanya seperti punya band pengiring yang akan memainkan (nyaris) apapun musik yang kita mau. Anggota band kita terdiri 5 personel, masing-masing pegang gitar akustik, drum, bass, keyboard dan gitar elektrik. Jumlah track maksimum 8, jadi dimungkinkan juga jika di bagian tertentu kita mau keyboardist-nya mainin piano plus organ misalnya. Rentang temponya cukup lebar, dari 62 BPM (beat per minute) hingga 151 BPM, kita bisa bikin lagu pelan yang romantis dan mendayu-ndayu hingga lagu cepat yang cocok untuk dance.

Registrasinya nggak ribet, bahkan nggak perlu ninggalin halaman web yang sedang aktif. Sayangnya kalo kita register untuk account yang gratis kita nggak diperbolehkan download mp3 sususan musik yang sudah kita bikin, tapi saya rasa hal ini bukan satu masalah sebab toh kita akan membuat musik yang sama sekali baru untuk ngiringin lagu yang sudah kita dapet dari sana. Sebab kalo menggunakan iringan yang disediakan, resikonya pasti akan ada yang nyamain.

Meng-undo Kesalahan Masalalu

Ditangan internet, music sharing menjadi hal yang tidak bisa dihentikan. Kita bisa mendapatkan dan berbagi mp3 gratis dari artis manapun, sebaru apapun. Dulu kita kenal Audio Galaxy, lalu Napster, Kazaa, Limewire, Multiply dan seterusnya. Penyedia layanan itu kemudian biasanya dimusuhi oleh label-label rekaman, dituntut dan pada akhirnya ditutup, tapi itu hanya untuk menunggu munculnya layanan baru (yang akhirnya ditutup lagi).

Tapi sekarang sepertinya pengulangan yang nggak asik itu akan berakhir dengan indah, ini seperti sebuah kesalahan yang di-undo. Jika dulu label gagal memanfaatkan momen saat pertama kali sharing musik di internet marak sebab bukannya merangkul penyedia layanan tapi justru memusuhinya (yang kita tau hasilnya tidak ada yang menang), sekarang ada kecenderungan kuat bahwa mereka akan berdamai.

Ada beberapa istilah yang dipakai untuk mewakili model bisnis ini; ad-funded, ad-based, ad-supported dan mungkin masih ada beberapa nama lain tapi artinya sama; sebuah model bisnis dimana penggemar bebas download musik gratis, artis (dan label plus penyedia layanan) memperoleh penghasilan, dan sponsor mendapatkan ruang iklan. Berikut ini beberapa layanan yang menjalankan pola tersebut;

1. We7

We7

Peter Gabriel ada di belakang layanan berpusat di Inggris ini. Musisi dan We7 mendapatkan penghasilan dari pemasangan iklan sponsor berupa potongan suara selama 10 detik pada awal lagu.

We7

Berbeda dengan rata-rata komunitas musik online lain yang menerima semua karya musisi indie, We7 mengenal apa yang disebut dengan Tastemaker; pihak yang akan mereview lagu dan jika ratingnya bagus baru akan dipublish. Keanggotaan Tastemaker terbuka, begitu saya signup saya langsung bisa mereview lagu orang. Tapi agar lagu kita direview harus antri dulu, lagu saya sendiri sekarang dalam antrian ke 988 untuk direview :)


2. Qtrax
Qtrax Logo
Berbeda dengan We7 yang berbasis web, Qtrax adalah sebuah aplikasi Peer-to-peer macam Kazaa atau Limewire, kita harus menginstall softwarenya dulu sebelum bisa mulai download. Aplikasinya sendiri adalah modifikasi dari browser Firefox plus desktop media player dari Songbird hingga selain bisa download mp3 layaknya seperti klien P2P, kita juga bisa menggunakannya untuk browsing internet.

Qtrax

Sampai saat saya nulis ini, masih ada kesimpang-siuran tentang kesepakatan antara pihak label dengan Qtrax, bahkan dikabarkan tidak terjadi kesepakatan antara mereka. Tapi saya harap label-label jadi bergabung lalu meng-undo kesalahan masalalu itu, sebab sejauh yang bisa saya lihat pilihan mereka tidak banyak.

Songza – Playable Search yang Ringan

Songza

Untuk yang beruntung memiliki koneksi internet yang lumayan cepet, hari ini saya nemu Songza, sebuah search engine untuk musik yang sekaligus bisa memainkan lagu hasil pencarian. Seperti Seeqpod tapi lebih responsif. Kita tau Seeqpod adalah juga playable search untuk musik yang dilengkapi dengan hasil pencarian video (YouTube) dan artikel acuan di Wikipedia. Songza menggunakan engine Seeqpod, jadi hasil pencariannya dijamin juga akurat.

Untuk anak band, Songza punya program Self-Promotion Beta Program yang kalau kita submit lagu kita kesana maka lagu kita akan muncul di daftar Recommended dibawah search result.

Songza Search

Previous Older Entries