Anak Metal dan Struktur Lagu

Roadrunner United | The All-Star Sessions

Beberapa waktu yang lalu saya nonton video Roadrunner United: The All-Star Sessions. Ini video “the making of” dari CD kompilasi dengan judul yang sama. Seperti yang kita tau, Roadrunner adalah label rekaman untuk band-band metal, dan CD kompilasi ini dibuat untuk memperingati ulang tahunnya yang ke-25. Konsepnya unik, rekaman ini melibatkan 56 musisi dari 45 band.

Selain kerja keras dan kedisiplinan mereka saat bekerja, ada hal lain yang menarik perhatian saya disini; anak-anak metal yang lebih dikenal sebagai pencipta lagu yang “just sing what you feel” ini ternyata masih mempertimbangkan struktur lagu. Hal sederhana yang kadang tidak dianggap perlu oleh beberapa songwriter.

Song Structure

Nggak harus bisa nulis dan baca notasi seperti catatan yang dibuat drummer Chimaira Andols Herrick (bisa dilihat di menit ke 15:09), tapi cukup ngasih nama bagian-bagian lagu sesuai jabatannya didalam lagu saja. Seperti yang digunakan Matthew K. Heafy (Trivium) dan Dave Chavarri (Ill Nino) untuk berdiskusi (30:09).

Dengan menamai mereka menjadi verse, prechorus, chorus, bridge, solo dan seterusnya, kita akan memiliki “global map” atas lagu kita. Selain akan memudahkan diskusi dengan bandmates atau orang yang terlibat di project kita, ini juga akan memudahkan pekerjaan ngutak-atik urutan lagu untuk menghasilkan urutan yang terbaik.

Christina yang Terluka Karena Melukai

200px-hurt.jpg

Sengaja atau tidak sengaja, sadar atau nggak sadar, kadang kita melukai seseorang. Dan jika seseorang itu adalah orang yang kita cintai, pasti dengan melukainya kitapun terluka, tanpa dia harus membalas sekalipun.

Ide ini pernah diangkat dengan cantik oleh Sheila on 7 di lagu Dan. Tapi Hurt yang diambil dari album ketiga Christina Aguilera yang berjudul Back to Basics ini juga berhasil menggambarkan penyesalan yang dalam tentang hal itu, dan nggak kalah cantiknya.

Dari lirik verse pertamanya saja saya sudah termehek-mehek;

Seems like it was yesterday when I saw your face
You told me how proud you were, but I walked away
If only I knew what I know today

Dan kepekatan ini terus berlanjut sepanjang lagu, hingga mencapai puncaknya disini:

I’m sorry for blaming you for everything..

Saya menjadi terlalu sedih untuk terus nulis.
Berikut ini penampilan Christina di Video Music Award 2006, dimana untuk pertama kalinya dia perform lagu ini didepan umum. Kalo playbacknya masalah, klik ini.

Aku Pergi

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Download The Bije - Aku Pergi

Banyak hal yang bisa kumengerti
Banyak hal yang bisa kufahami tentangmu
Tapi lebih banyak yang ku tak tau
Atau tepatnya yang ku tak mau tau tentangmu

Prechorus:
Cukup parah hingga kadang melemparku
Ke tempat-tempat yang tak pernah ingin kukunjungi
Begitu parah sehingga membuatku lupa
Jalan untuk pulang atau arah mata angin kembali

Chorus:
Kini aku pergi
Dan kubakar jembatan yang kulewati
Sebab aku tak ingin kembali
Aku pergi
Kupilih jalan satu arah yang tak pernah sepi
Seseorang akan kutemui
Agar tak lagi ada isakan tangismu
Yang lebih banyak membingungkan daripada bisa kumengerti
Agar tak lagi kudengar tawa ganjil itu
Yang menghilangkan jejak atas alasan apa (awal) kita disini

Kau habiskan seluruh energiku
Kau kuras semua emosiku dengan labilmu
Jangan bilang ku tak coba bertahan
Tapi siapapun juga takkan pernah sekuat itu

Prechorus
Chorus

Music, lyrics, arranged, produced & performed by Bije.
Vocal tracks recorded at Krisna Prameswara’s home studio, everything else at The Golden Globe.

CC 2007 Harry Hapsoro Agung Wibowo Music.
Some Rights Reserved

Some Rights Reserved

Sexy-nya Faith Madonna

Madonna | Something to Remember

Lagu You’ll See yang ada di album Something to Remember ini punya bagian yang sangat nempel di otak saya; kata “faith” di kalimat “You think that you’ve destroyed my faith in love”. Cara Madonna nyanyiinnya kata itu lho, sexy sekali.

Setelah sekian tahun nggak dengerin, malam ini saya dengerin lagu ini berulang-ulang, udah puluhan kali dan still listening now.
Bangunan aransemennya sederhana, tapi sangat membantu penekanan makna lagu. Misalnya bagaimana drum yang “puasa” untuk nggak mukul kenceng di chorus pertama hanya untuk muncul tepat waktu ngepasin saat Madonna bilang “You think that you are strong, but you are weak”.

Banyak lagu lain dari Madonna yang lebih kuat daripada You’ll See, tapi lagu yang diciptakannya bersama David Foster ini istimewa buat saya. Di video klipnya (disutradarai oleh Michael Haussman), visualisasi bagian “You think that you are strong..” juga asik banget. Pas di kalimat itu, tokoh cowoknya digambarkan sedang berjalan ngawur melawan arus di tengah jalanan yang cukup padat mobil. Saya nggak tau istilah yang tepat untuk hal semacam ini tapi saya menyebutnya visualisasi yang puitis. Pokoknya keren!

Musik Gratis. Titik.

No Really. It

Setelah Prince merilis free album yang bikin retailer sewot, lalu Radiohead membebaskan pembeli untuk menentukan harga beli (termasuk nilai nol), sekarang Trent Reznor dan Saul Williams juga merilis album gratis. Artinya apa ini?

Bagi kita sebagai penikmat musik tentu ini adalah kabar bagus, beban rasa bersalah karena telah menjadi pelaku kejahatan pembajakan (wih, serem) pasti sedikit terangkat sekarang sebab kalangan musisipun ada yang mulai merubah haluan dan mendistribusikan album mereka dengan gratis.

Tapi apa artinya ini untuk anak band? Barusan aja ada mimpi indah untuk go-international via CD Baby, iTunes dan outlet-outlet lain, sekarang tiba-tiba ada naga-naga begini. Apa sih mau dunia?

Ok, kita jawab pertanyaan ini dulu; seberapa sering kita masih membeli CD atau kaset original?
Itu dia. Maka saya rasa musisi yang ingin menjual karyanya perlu sedikit menggeser arah anak panah. Misalnya menjualnya sebagai ring back tone (saya lihat di i-ring ada slot untuk indie, saya belum coba tapi ini pertanda bagus), atau yakinkan media-media untuk licensing lagu kita, dan tentu memperbanyak frekuensi live performance.

Masih banyak peluang lain yang akan terbuka didepan, tapi jualan CD atau mp3 saya rasa bukan lagi pilihan yang menarik. Seperti pendapat Nico Ramon dari Wicked Whammy, saya lebih setuju untuk menggunakan lagu sebagai alat promosi dan tidak untuk mendatangkan uang secara langsung.

Mimpi untuk go-international masih bisa terus diperjuangkan, hanya saja caranya tidak seperti yang kita rencanakan sebelumnya. Setuju?

Previous Older Entries