Saya sedang sangat berbahagia. Akhirnya dapet sponsor untuk penggandaan CD The Bije. Accent adalah sponsor pertama itu, CD Bije akan dibagikan secara gratis oleh mereka.
Accent adalah perusahaan baju untuk cewek, silahkan kunjungi website mereka untuk melihat-lihat (atau tepatnya ngintip, sebab resminya baru akan di-launch dalam beberapa hari kedepan sudah resmi online sejak tanggal 25 April 2008).
Bersamaan dengan launching websitenya, Accent juga akan mulai membagikan 1000 CD Bije sekaligus mengadakan event selama sebulan.
Selain akan banyak acara yang menarik seperti talkshow dan fashion show, Bije akan perform live, saya harap kita bisa ketemu disana.
Detail lebih lanjut akan menyusul, sekarang mau syukuran kecil-kecilan dulu
Terimakasih untuk Accent, Bu Jul, Bu Neni, Pak Eko, Riena dan Damay.
Seperti yang saya bilang disini, CD The Bije udah bisa didapat secara gratis. Ini dimungkinkan berkat dukungan dari Accent. Siapapun bisa ngedapetin CD ini.
Caranya? Tinggal dateng di “Accent Lifestyle Exhibition”, selain bisa nyimak talkshow seru, nonton Bije live performance, fashion show, dan belanja bazaar murah (discount hingga 70% untuk produk-produk Accent), pulang-pulang akan dapetin goody bag berisi macem-macem bingkisan menarik termasuk CD The Bije.
Diatas adalah foto para pembicara pada tanggal 25 April kemaren; fashion designer Samuel Wattimena, Putri Pariwisata 2007 Ika Fionda Putri dan dosen Esmod Sapta de Lucas.
Exhibition ini diselenggarakan di jalan Melawai Raya 25, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, berlangsung tiap hari sejak tanggal 21 April sampai 21 mei 2008, tapi pembagian CD-nya hanya akan dilakukan saat “weekly highlight” tiap Jumat tanggal 25 April, 2, 9 dan 16 mei 2008, dari jam 5 sore sampai jam 7 malem.
Informasi:
021 720 60 68 ext. 143
0815 1919 7202 (Rina)
Thanks to:
The Band: Krisna Prameswara, Hanli Saputra & Indra.
Extra thanks untuk Mbak Danar Souljah untuk referensiin Hanli.
The Men: Big Dimas, Ecky, Danny, Fian & Eko.
Honey, is it true that we are through
Exchanged our last “I love you”
Honey, if this is so and you must go
I really, really want you to know
That I hope you.. spend the rest.. the rest..
The Rest In Peace.. NOT
I hope your car breaks down in the bad part of town
I want to hear your ankle break halfway up that mountain scape
And may your ship sink bow to stern well over the brink of no return
Oh, honey.. spend the rest.. the rest..
The Rest In Peace.. NOT
Yes, it must be true that we are through
Exchanged our last “Up yours too”
But for all the times we shared together..
Me with you (and you with whoever)
Really, I hope you.. spend the rest.. the rest..
The Rest In Peace.. NOT
The Rest In Peace.. NOT.. NOT
Lyrics by Tigress Luv
Music written, arangged, performed, produced by: Bije
Rhythm guitar on choruses played by Apri Ucup of Termite
All tracks recorded at The Golden Globe Studio.
CC 2008 Tigress Luv, Harry Hapsoro Agung Wibowo Music.
Some Rights Reserved.
Behind the Scene:
Proses pembuatannya mirip dengan yang disini, hanya beda penulis liriknya.
Entah gimana satu saat saya nyangkut di salah satu puisi karya Tigress Luv, yang punya Lifted Hearts Network ini, lalu habis itu kedorong bikin lagu.
Beda dengan kedua lagu yang inspirasinya dateng dari buku “How to Survive the Loss of a Love”, yang ini nggak slow. Up-beat, ada funk-nya, ada rock-nya.
Gitar distorsi disini dimainin oleh Apri Ucup dari band Termite, yang pada saat saya nulis lagu ini kebetulan band-nya juga lagi ngerjain rekaman di tempat saya. Thanks Man, khas banget cara mainmu!
Untuk bikin kontrasnya, di bagian solonya saya isi dengan suasana Timur Tengah dimana di tempat itu ada ular yang keluar dari keranjangnya :).
Semua musik selain gitar distorsi saya bikin dengan Reason. Untuk yang biasa make software ini pasti familiar dengan loop-loop-nya.
I am missing you far better than I ever loved you
I do all right alone and better together
But I do very poorly when semi-together
Chorus:
Come to stay or stay away
Come to stay or stay away
In solitude I do much
In love I do more
But in doubt I only transfer pain to paper in gigantic passion-plays
Complete with miracles and martyrs and crucifictions and resurrections
Chorus
No love, no more lover
No love..
Solo
Chorus
Music, arranged, produced & performed by Bije.
Lyrics by Harold H. Bloomfield, Melba Colgrove & Peter McWilliams.
Recorded at The Golden Globe.
CC 2008 Harold H. Bloomfield, Melba Colgrove, Peter McWilliams, Harry Hapsoro Agung Wibowo Music.
Some Rights Reserved.
Jika ada saat bagi setiap hati untuk menyerah tanpa syarat
Maka aku sampai waktuku
Sebab s’gala cara telah kucoba untuk melawan dan menghindar
Semua tak berarti atasmu
Setiap jengkal malamku, setiap celah hariku
Ada dibawah jajahanmu
Jika ada saat bagi setiap hati untuk menyerah tanpa syarat
Maka aku sampai waktuku
CHORUS:
Sesuatu tentangmu benar-benar membunuhku
Membawaku ke tempat yang tak pernah kutau
Sesuatu yang kau punya telah membuatku gila
Menjadikanku orang yang sama sekali beda
Sekeras apapun aku berjuang untuk berhenti memikirkanmu
Tetap aku tak pernah mampu
Sebab setiap ruang dalam otakku dipenuhi oleh bayang-bayangmu
Yang tak pernah berhenti menerorku
BRIDGE:
Aku tak punya pilihan
Perang ini tak mungkin aku menangkan
CHORUS
Music, arranged, performed & produced by Bije
Lyrics by Bije & Natalia Novita
Produced by Bije & Iqbal
Keyboards: Eddie Triana & Bije
Backing vocal on the last chorus: Darwin Bor
Vocals recorded at The Kords & Imran’s Home Studio, the rest of the tracks at The Golden Globe & Tombstone Studio.
CC 2007 Harry Hapsoro Agung Wibowo.
Some Rights Reserved.
Behind the Scene: Pada versi sebelumnya kalimat pertama dari lagu ini gini; “Jika ada saat bagi setiap lelaki untuk menyerah tanpa syarat maka aku sampai waktuku”.
Trus satu saat temen saya Natte (cewek) pernah coba nyanyiin dan kata “lelaki” itu tentu jadi nggak pas buat dia. Spontan dia waktu itu bilang “hati” untuk gantiin kata itu.
Jadi deh, saya bikin versi “unisex” untuk lagu ini. Thanks untuk idenya Nat.